Anak Muda RI Makin Gila Kripto, Jadi Investasi Pertama Sebelum Saham
Kredit Foto: Azka Elfriza
Seiring berubahnya pola investasi, minat generasi muda terhadap aset kripto meningkat dan bahkan mulai menjadi pilihan awal bagi investor pemula.
Co-founder Pluang Claudia Kolonas mengatakan fenomena tersebut terlihat dari perilaku pengguna, khususnya kelompok usia di bawah 25 tahun yang mulai mengadopsi aset kripto sebagai bagian dari portofolio awal mereka, meskipun emas masih menjadi instrumen utama.
“Kalau anak-anak muda, khususnya di Indonesia, yang baru mulai berinvestasi pasti ada ketertarikan dengan kripto juga. Jadi kripto itu menjadi salah satu produk terpopuler kami,” ujar Claudia usai peluncuran Industry Consultative Paper oleh Asosiasi Fintech Indonesia di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurut Claudia, pola investasi generasi muda umumnya dimulai dari dua instrumen utama, yakni emas dan kripto. Keduanya tumbuh dan dipilih secara bersamaan dalam tahap awal pembelajaran investasi.
“Karena biasanya orang kalau lagi belajar, mereka belajar emas lalu juga bertransaksi kripto. Jadi sebenarnya dua-duanya berjalan bersamaan,” katanya.
Selain pilihan instrumen yang mudah dipahami, Claudia menilai faktor usia turut menentukan preferensi investasi. Investor muda cenderung lebih tertarik pada aset kripto. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka mulai mengalihkan sebagian portofolio ke instrumen lain untuk menyeimbangkan risiko.
“Kalau kita lihat, orang yang awalnya mulai dengan kripto, setelah bertambah umur mereka akan melakukan diversifikasi ke instrumen lain,” ujarnya.
Baca Juga: Emas Jadi Primadona Investasi di Tengah Ketidakpastian
Baca Juga: AMII Dorong Implementasi ETF Emas, Bahas Kesiapan Industri dan Regulasi
Meski demikian, emas masih menjadi instrumen investasi yang dominan di Indonesia. Di platform Pluang, emas masih menjadi produk utama dengan sekitar 80% pengguna memiliki portofolio emas. Sementara itu, sekitar 30% pengguna tercatat bertransaksi aset kripto.
Dari sisi basis pengguna, Pluang mencatat memiliki 15 juta pengguna terdaftar hingga 2026. Adapun jumlah pengguna aktif mencapai beberapa juta akun. Perusahaan menyebut pertumbuhan pengguna meningkat signifikan hingga empat kali lipat dalam setahun terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: