Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dampak Konflik Timur Tengah Meluas, Swedia Akui Tekanan Ekonomi Meningkat

        Dampak Konflik Timur Tengah Meluas, Swedia Akui Tekanan Ekonomi Meningkat Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lonjakan harga energi global mulai memberi tekanan serius pada perekonomian dunia di tengah konflik Timur Tengah yang belum mereda. Harga minyak kembali menembus level tinggi dan memperbesar risiko inflasi serta perlambatan ekonomi lintas negara.

        Dampak tersebut kini merembet hingga Eropa, termasuk Swedia yang sebelumnya memperkirakan efek konflik masih terbatas. Pemerintah setempat kini mengakui situasi telah berubah dan jauh lebih berat dari proyeksi awal.

        Perdana Menteri Ulf Kristersson menggambarkan kondisi global saat ini penuh ketidakpastian dan ancaman.

        “Dunia saat ini berada dalam kondisi yang kacau dan berbahaya dalam banyak hal,” ujarnya dalam konferensi pers dikutip dari ANADOLU.

        Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menggeser proyeksi dari dampak ringan menjadi tekanan yang signifikan terhadap ekonomi nasional.

        “Kami kini beralih dari skenario dampak terbatas menjadi skenario dampak besar terhadap perekonomian Swedia,” kata Kristersson.

        Perubahan tersebut membuat risiko inflasi meningkat dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan melemah ke depan. Selain itu, tingkat pengangguran dan suku bunga juga berpotensi naik seiring tekanan global yang terus berlanjut.

        Konferensi pers itu turut dihadiri Menteri Keuangan Elisabeth Svantesson yang menegaskan kewaspadaan pemerintah terhadap situasi global. Meski demikian, hingga kini belum ada kebijakan baru yang diumumkan untuk merespons tekanan tersebut.

        Baca Juga: Iran Terapkan Tol di Selat Hormuz, Pembersihan Ranjau Diperkirakan Capai 6 Bulan

        Tekanan ekonomi global semakin terasa seiring gangguan di jalur energi strategis seperti Selat Hormuz. Ketegangan di kawasan itu kembali mendorong harga minyak melampaui 100 dolar AS per barel meski sempat ada perpanjangan gencatan senjata.

        Konflik regional di Timur Tengah mulai menunjukkan dampak luas terhadap ekonomi global. Swedia menjadi salah satu contoh nyata bagaimana negara di luar zona konflik tetap terdampak secara signifikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: