Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tuduh AS Berkali-kali Khianati Diplomasi, Kepercayaan Hilang Total

        Iran Tuduh AS Berkali-kali Khianati Diplomasi, Kepercayaan Hilang Total Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Runtuhnya kepercayaan menjadi tantangan terbesar dalam setiap upaya diplomasi di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat yang terus berulang. Ketegangan yang berulang kali disertai aksi militer membuat jalur negosiasi semakin sulit menemukan titik temu.

        Dalam konteks itu, Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat telah berkali-kali merusak proses diplomasi. Pernyataan ini sekaligus mempertegas posisi keras Teheran terhadap Washington di tengah upaya perundingan yang kembali dibahas.

        Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyebut pengalaman masa lalu menjadi alasan utama hilangnya kepercayaan tersebut.

        “Mereka telah berulang kali mengkhianati jalur diplomasi dan meninggalkan meja perundingan,” ujarnya kepada wartawan dikutip dari TASS.

        Ia menegaskan bahwa kondisi itu membuat Iran tidak lagi memiliki keyakinan terhadap komitmen Amerika Serikat dalam setiap kesepakatan.

        “Kami tidak memiliki kepercayaan sama sekali kepada mereka,” kata Jalali.

        Meski demikian, Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menutup pintu dialog. Menurutnya, Teheran tidak pernah memulai serangan terhadap negara lain dan hanya bertindak untuk mempertahankan diri.

        Sejarah negosiasi antara kedua negara menunjukkan pola yang berulang dan penuh ketegangan. Pada April hingga Mei 2025, Iran dan AS sempat melakukan perundingan tidak langsung terkait program nuklir dan pencabutan sanksi.

        Namun situasi berubah drastis ketika Israel melancarkan serangan ke Iran pada Juni 2025 yang kemudian diikuti serangan udara oleh Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Teheran. Konflik tersebut berujung pada gencatan senjata yang tercapai setelah 12 hari pertempuran.

        Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis di Tengah Kebuntuan Diplomasi AS-Iran

        Upaya diplomasi kembali dilanjutkan pada 2026 melalui perantara dengan pertemuan terakhir berlangsung di Jenewa pada 26 Februari. Rencana pertemuan lanjutan di Wina pada Maret pun batal setelah operasi militer baru dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

        Rangkaian peristiwa tersebut memperkuat pandangan Iran bahwa diplomasi sering kali berjalan beriringan dengan tekanan militer. Akibatnya, kepercayaan menjadi faktor paling rapuh dalam setiap upaya mencapai kesepakatan antara kedua pihak.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: