Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Siap Adopsi B50, Liebherr Luncurkan Ekskavator G8 Berteknologi Power Efficiency

        Siap Adopsi B50, Liebherr Luncurkan Ekskavator G8 Berteknologi Power Efficiency Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Liebherr Indonesia memperkuat penetrasinya di pasar alat berat pertambangan nasional, dengan meluncurkan ekskavator kelas 100 ton terbaru, Liebherr R 9100 Generasi Kedelapan (G8).

        Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan efisiensi biaya operasional, sekaligus mendukung peta jalan energi pemerintah terkait implementasi bahan bakar biosolar.

        Sales Manager Liebherr Indonesia Kamige Sulistyo menyatakan, peluncuran R 9100 G8 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan teknologi Liebherr Power Efficiency (LPE), yang mampu mereduksi konsumsi bahan bakar secara signifikan.

        Dalam struktur biaya pertambangan, efisiensi energi menjadi variabel kunci dalam menjaga margin profitabilitas.

        “Ada satu yang kami tonjolkan itu namanya fitur LPE atau Liebherr Power Efficiency."

        "Jadi ini adalah fitur di mesin kami, di teknologi kami, di mana kami ada improvement di bagian hidrolik mesin dan hidrolik attachment, yang bisa membantu mengurangi konsumsi bahan bakar sampai dengan 20 persen, kalau dibandingkan dengan kompetitor kami atau generasi sebelumnya."

        "20 persen ini sendiri kami hitung mungkin pembulatan setara dengan 100.000 liter solar per tahun,” ujar Kamige di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

        Strategi Lowest TCO

        Liebherr menerapkan filosofi bisnis yang berfokus pada Total Cost of Operation (TCO), guna memberikan nilai tambah bagi para investor dan pengusaha tambang.

        Strategi ini menekankan pada penghematan jangka panjang, dibandingkan sekadar kompetisi harga di awal pengadaan unit.

        “Kami tidak menonjolkan terkait the lowest initial cost, tapi kami menonjolkan the lowest total cost of operation, jadi the lowest TCO."

        "Karena menurut kami penghematan 20 persen bahan bakar atau 100.000 liter per tahun itu sangat signifikan."

        "Jadi kita enggak cuma lihat di awal, tapi kita juga melihat berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan selama masa pakai unit tersebut,” tutur Kamige.

        Kompatibilitas Energi Nasional

        Di tengah rencana pemerintah mengakselerasi penggunaan B50 pada Juli mendatang, Liebherr memastikan seluruh lini produk terbarunya siap mengadopsi standar bahan bakar tersebut.

        Perusahaan telah melakukan serangkaian pengujian internal, untuk memastikan performa mesin tetap optimal dengan berbagai klasifikasi biosolar.

        “Kalau terkait komposisi biosolar ya, kita sudah mengikuti sih, perkembangannya."

        "Kami sudah coba tes di B35 maupun B40 itu tidak ada masalah, dan di B50 juga tidak ada masalah,” ungkapnya.

        Target Pertumbuhan Agresif Optimisme pasar di sektor komoditas mendorong Liebherr mematok target pertumbuhan yang cukup agresif tahun ini.

        Setelah mencatatkan penjualan sebanyak 7 unit pada tahun lalu, perusahaan membidik pertumbuhan volume penjualan hingga hampir tiga kali lipat.

        “Tahun lalu jumlah penjualan itu kurang lebih 7."

        "Tahun ini target kami kurang lebih 20 unit, Pak,” jelas Kamige.

        Selain pengembangan mesin diesel efisien, Liebherr juga mengonfirmasi kesiapan teknologi mesin elektrik yang telah dikembangkan sejak tahun 1981.

        Namun, realisasi penggunaannya di Indonesia akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur kelistrikan di area konsesi tambang.

        Baca Juga: Gunakan Fitur LPE, Ekskavator Terbaru Liebherr Dongkrak Efisiensi Operasional Hingga 30%

        “Kami sudah mengembangkan mesin elektrik itu sebenarnya di tahun 1981."

        "Jadi udah kurang lebih 45 tahun."

        "Jadi memang available, di factory kami tersedia, tapi untuk penerimaan pasar di Indonesia itu sendiri tergantung dari kesiapan infrastruktur masing-masing konsumen itu,” paparnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: