Meski Bermasalah, Proyek Trump Ini Jadi Sorotan Usai Insiden Penembakan Gala Dinner di Amerika Serikat
Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengkapitalisasi insiden penyerangan oleh pria bersenjata dalam acara gala resmi di Washington Hilton, Washington. Ia menggunakan peristiwa tersebut untuk menggalang dukungan terhadap pembangunan proyek ballroom baru di Gedung Putih.
Trump mengatakan bahwa insiden tersebut tidak akan terjadi jika acara gala resmi tersebut dilaksanakan dalam gedung yang lebih aman, seperti gedung ballroom baru yang tengah dibangun oleh Gedung Putih.
Baca Juga: Trump Ungkap Dalang Penyerang Gala Dinner di Washinton: Anti-Kristen
"Peristiwa ini tidak akan terjadi jika ballroom super aman sudah selesai dibangun di Gedung Putih," ujarnya.
Proyek Ballroom Gedung Putih sendiri mandek menyusul adanya dugaan kasus yang menjerat proyek tersebut. Hal itu telah menghambat pembangunan ruang dansa tersebut dan membuat geram sosok dari Trump.
Trump mengatakan bahwa semua elemen pemerintah ingin bangunan tersebut diselesaikan dengan cepat karena alasan keamanan. Namun ia sendiri tidak memberikan bukti mengenai klaim tersebut.
"Kita membutuhkan ruang dansa itu. Itulah mengapa pemerintah, itulah mengapa militer menuntutnya," kata Trump.
Sebelumnya, dunia dikejutkan dengan adanya insiden penembakan dalam acara gala resmi di Washington Hilton, Washington. Pelaku dilaporkan menembakkan senapan ke arah agen United States Secret Service. Kejadian itu sendiri terjadi di pos pemeriksaan keamanan sebelum dia akhirnya dilumpuhkan dan ditangkap. Agen tersebut selamat karena peluru mengenai rompi pelindung.
Trump, Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance serta pejabat kabinet lainnya langsung dievakuasi saat insiden berlangsung. Pelaku diketahui melakukan perjalanan dengan kereta dari Los Angeles ke Washington. Ia membawa senapan, pistol dan beberapa pisau yang sebelumnya disimpan di rumah orang tuanya.
Peristiwa ini menjadi bagian dari tren meningkatnya kekerasan politik dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sejumlah penembakan terhadap tokoh politik di Amerika Serikat.
Pelaku sendiri akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal, termasuk penyerangan terhadap aparat federal, penggunaan senjata api dan percobaan pembunuhan. Ia dilaporkan bekerja sendiri dan aksinya diragukan terkait dengan operasi militer dari Amerika Serikat di Iran.
Meski belum banyak diketahui tentang latar belakang pelaku, laporan awal menunjukkan ia pernah bekerja di sektor pendidikan swasta. Tetangga menyebutnya sebagai sosok yang jarang berinteraksi.
Baca Juga: Jika Ingin Akhiri Perang, Trump Sarankan Iran Hubungi Segera Amerika Serikat
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keamanan dalam acara besar yang melibatkan pejabat tinggi negara, terutama di tengah meningkatnya ancaman domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: