Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Kreatif Masuk Sekolah, Kemenekraf Gaungkan ECHOES di ALSEACE 2026

        Industri Kreatif Masuk Sekolah, Kemenekraf Gaungkan ECHOES di ALSEACE 2026 Kredit Foto: Dok. Kemenparekraf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dengan SMA Islam Al Azhar BSD untuk menghadirkan industri kreatif di sekolah.

        Hal tersebut diwujudkan melalui aktivasi program ECHOES di ajang ALSEACE 2026. Dalam kolaborasi ini, institusi pendidikan dijadikan wadah strategis untuk memperkenalkan 17 subsektor ekonomi kreatif serta membangun koneksi antara dunia sekolah dan ekosistem kreatif nasional.

        ECHOES atau Ekraf Creates Harmony on Education Sectors merupakan program Kementerian Ekraf untuk mendekatkan industri kreatif ke sekolah melalui kolaborasi dengan ajang seperti ALSEACE. Festival tahunan ALSEACE atau Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment menggabungkan kompetisi olahraga, seni, dan aksi sosial, yang menjadikannya wadah strategis untuk mengembangkan talenta dan ekosistem kreatif muda Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan Wamen Ekraf Irene Umar saat aktivasi ECHOES di ALSEACE 2026 yang digelar di Uptown Park, Summarecon Mall Serpong pada Sabtu (25/4/2026).

        “Kehadiran kami di ALSEACE 2026 adalah upaya nyata untuk memastikan akses dunia kreatif dimulai sejak bangku sekolah sebagai tempat lahirnya ide dan karya, sehingga sinergi yang terjalin melalui ajang ini dapat menginspirasi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai lingkungan pendidikan lainnya di Indonesia,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Senin (27/4).

        Selain itu, Wamen Ekraf juga melakukan visitasi langsung ke lima booth UMKM pilihan di area festival untuk berinteraksi dengan para pelaku usaha kreatif muda di acara yang rutin digelar sejak 2003 itu. Interaksi ini bertujuan untuk memberikan dorongan motivasi serta melihat langsung bagaimana produk kreatif lokal dapat diintegrasikan dalam kegiatan berskala besar yang dikelola oleh pelajar.

        Untuk tahun ini, ALSEACE membawa tema Urban Farming Movement yang sukses memadukan kreativitas dan UMKM dengan menarik partisipasi 207 sekolah. Melalui kolaborasi solid siswa, guru, dan orang tua serta dukungan dari Yayasan Muslim BSD, ajang ini membuktikan bahwa sinergi pendidikan karakter dan ekonomi kreatif adalah kunci utama mencetak bibit unggul menuju Indonesia Emas.

        Ajang ini mendorong generasi muda untuk menciptakan aset digital bernilai global tanpa harus menunggu lulus sekolah, sekaligus menantang para kreator masa depan membawa karya dan musisi lokal ke panggung dunia sebagai kekuatan ekonomi nasional.

        “Kreativitas anak muda melalui ALSEACE membuktikan potensi besar talenta lokal sejak dini, sehingga jangan hanya melihat pasar nasional, tapi tataplah pasar internasional. Jangan pernah takut mengambil peluang dan jadilah pencipta bagi hidupmu sendiri untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif masa depan,” ucap Wamen Ekraf.

        Sementara itu, Kepala SMA Islam Al Azhar BSD, Moch. Mukrim, mengapresiasi langkah Kementerian Ekraf yang menjadikan sekolahnya sebagai pionir program ECHOES. Ia menilai sinergi ini memberikan arah profesional bagi kreativitas siswa yang dikelola melalui ALSEACE.

        Baca Juga: Pendidikan Vokasi Jadi Fondasi SDM Industri, Kemenperin Resmi Gandeng MNC University

        Baca Juga: ASN Ekraf Jalani Latihan Militer, Bangun SDM Disiplin dan Tangguh

        “Kehadiran Ibu Wamen Ekraf menjadi kebanggaan sekaligus penegasan bahwa festival pelajar seperti ALSEACE adalah inkubator nyata bagi talenta muda, sehingga kami berharap SMA Islam Al Azhar BSD melalui program ECHOES terus konsisten melahirkan kreativitas yang menjadi modal besar bagi siswa untuk terjun ke industri kreatif masa depan,” tutur Moch. Mukrim.

        Kementerian Ekraf berkomitmen memperluas jangkauan program ECHOES ke berbagai institusi pendidikan guna memperkenalkan instrumen dukungan pemerintah, seperti akses pembiayaan dan pendaftaran Intellectual Property (IP) kepada kreator muda

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: