Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        UMKM Perkebunan Didorong Go Global, Akses Ekspor Dibuka

        UMKM Perkebunan Didorong Go Global, Akses Ekspor Dibuka Kredit Foto: BPDP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        UMKM berbasis komoditas perkebunan didorong naik kelas melalui penguatan hilirisasi, literasi usaha, dan akses pasar guna meningkatkan nilai tambah sektor sawit, kelapa, dan kakao. Upaya tersebut mengemuka dalam gelaran Sinara Fest 2026 di Kalimantan Utara yang diinisiasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Utara.

        Kalimantan Utara menjadi lokasi ketiga penyelenggaraan setelah Bandung dan Aceh. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat peran UMKM perkebunan agar tidak hanya bergerak di sektor hulu, tetapi juga masuk ke rantai hilir melalui pengolahan produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.

        Mengusung tema “Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas”, agenda tersebut menghadirkan sosialisasi program strategis, diskusi publik, pelatihan usaha, hingga bazar produk UMKM.

        Kepala Divisi Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan pengembangan UMKM perkebunan harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi produksi hingga pemasaran.

        “Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, Sinara Fest  diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

        Menurut dia, komoditas perkebunan strategis tidak cukup hanya dijual sebagai bahan mentah. Pelaku usaha perlu didorong menghasilkan produk turunan agar margin usaha meningkat dan ketahanan ekonomi daerah lebih kuat.

        Salah satu agenda utama ialah pelatihan kuliner berbasis sawit oleh ICA Bogor bersama Chef Affan. Pelatihan tersebut diarahkan agar pelaku UMKM mampu mengolah bahan baku perkebunan menjadi produk siap jual dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

        Mini bazar UMKM juga menampilkan berbagai produk turunan sawit, kelapa, dan kakao sebagai contoh potensi hilirisasi yang dapat dikembangkan pelaku usaha lokal.

        Baca Juga: UMKM Indonesia Capai 64 Juta, Pemerintah Serukan Gerakan Gotong-Royong Digital

        Baca Juga: AI Bukan Sekadar Tren: Senjata Baru UMKM Indonesia

        Baca Juga: Gap Pembiayaan UMKM Tembus Rp2.400 Triliun pada 2026, Fintech Bisa Ambil Bagian

        Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara Ika Hermini Novianti mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi pusat dan daerah untuk mendorong sektor unggulan setempat.

        “Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya komoditas sawit, kelapa, dan kakao di Kalimantan Utara,” ujarnya.

        Selain penguatan produksi, pelaku UMKM juga dibekali akses ekspor dan perpajakan. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan Dwi Ardiyanto memaparkan tata cara ekspor bagi UMKM, sementara Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb Edi Trisno Yuwono menjelaskan kewajiban dan fasilitas perpajakan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: