- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
Kemenhub Dukung Langkah Investigasi Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Kredit Foto: Ist
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan yang melibatkan dua layanan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Guna memastikan penanganan berjalan maksimal, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung turun meninjau lokasi kejadian.
Menhub Dudy pada Senin malam, turun ke lapangan untuk memantau dan memastikan proses evakuasi berlangsung cepat, taktis, dan terarah.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Taksi Green SM soal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Dalam proses penanganan tersebut, pihak kementerian menegaskan bahwa keselamatan dan pertolongan bagi para korban terdampak merupakan prioritas utama.
Saat ini, proses pendataan terhadap jumlah korban masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di lapangan. Mengingat situasi darurat ini, Kemenhub terus menjalin koordinasi secara intensif dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah koordinasi ini diambil agar upaya penyelamatan serta sterilisasi lokasi dapat berjalan optimal, sejalan dengan dinamika perkembangan evakuasi dari waktu ke waktu.
Lebih lanjut, mengenai teka-teki penyebab pasti terjadinya insiden nahas tersebut, Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah investigasi.
Kemenhub telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta pihak berwajib lainnya untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap insiden di jalur Bekasi Timur tersebut.
"Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan. Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut," terangnya.
Sebelumnya, berdasarkan laporan awal, rangkaian KRL Commuter Line diketahui tertahan lebih lama di stasiun sejak sekitar pukul 19.30 WIB. Kondisi itu diduga dipicu oleh adanya mobil listrik yang mogok di area pelintasan rel sehingga menghambat perjalanan kereta.
Di tengah situasi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang kemudian menghantam rangkaian KRL pada rentang waktu pukul 20.40 hingga 20.53 WIB. Benturan keras menyebabkan lokomotif kereta jarak jauh tersebut menembus bagian belakang rangkaian KRL.
Dampak paling parah terjadi pada gerbong belakang KRL yang diketahui merupakan gerbong khusus wanita. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan proses evakuasi serta penanganan medis terhadap para korban di lokasi kejadian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: