Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rusia-Teheran Intensifkan Diplomasi Saat Trump Dikecewakan Proposal Terbaru Iran

        Rusia-Teheran Intensifkan Diplomasi Saat Trump Dikecewakan Proposal Terbaru Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia dan Iran baru-baru ini mengintensifkan hubungan kedua negara, khususnya terkait dengan ketegangan salah satu negara dengan Amerika Serikat di Timur Tengah.

        Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov baru-baru ini menggelar pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan posisi negaranya bahwa mereka mendukung penyelesaian lewat jalur diplomasi, untuk menghentikan konflik dari Iran dan Amerika Serikat.

        Baca Juga: Rusia Terpukau, Putin Puji Kehebatan Iran Hadapi Amerika Serikat

        Belousov juga menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan terus saling mendukung dalam menghadapi situasi saat ini.

        Adapun Presiden Rusia, Vladimir Putin memuji negara tersebut yang dinilainya berjuang mempertahankan kedaulatannya dengan berani. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pihak dari Iran.

        "Kami melihat bagaimana rakyat mereka dengan berani dan heroik berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka," kata Putin.

        Putin juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan segala upaya untuk membantu negara mitranya tersebut dalam menghadapi situasi sulit saat ini.

        "Kami akan melakukan segala yang melayani kepentingan mereka dan kepentingan semua rakyat dalam kawasan untuk memastikan perdamaian tercapai secepat mungkin," ujarnya.

        Rangkaian pertemuan ini menunjukkan semakin intensnya koordinasi antara Rusia dan Iran. Semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan menekankan pentingnya menghindari eskalasi militer dan mengedepankan dialog.

        Meski demikian, hal ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah kabar bahwa kebuntuan dihadapi oleh negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

        Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.

        Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

        Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

        Baca Juga: Libatkan Teknologi Canggih, Amerika Serikat-Filipina Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

        Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: