Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Astra Tingkatkan Pendapatan Warga Lombok dan Bandung lewat Komoditas Unggulan Global

        Astra Tingkatkan Pendapatan Warga Lombok dan Bandung lewat Komoditas Unggulan Global Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komitmen Astra dalam mendorong kemandirian ekonomi desa kembali membuahkan hasil yang signifikan. Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), pengembangan komoditas unggulan lokal terbukti mampu melipatgandakan pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Lombok Utara.

        Di Kabupaten Bandung Barat, komitmen ini diperkuat melalui program "Kolaborasi Kampus Berdampak" dengan pendekatan One Village One CEO (OVOC) yang diresmikan pada Jumat (24/4). Pendekatan ini membangun ekosistem bisnis desa dari hulu ke hilir berbasis produk unggulan.

        Sejak dimulai pada 2020, pendampingan di Bandung Barat mencakup perencanaan produksi, transfer teknologi, hingga perluasan akses pasar. Program ini mengelola 20 hektare lahan yang tersebar di enam desa, memberdayakan 650 warga, dan menghasilkan kapasitas panen hingga 15 ton per siklus.

        Fokus budidaya pada komoditas hortikultura seperti selada air, tomat, buncis kenya, cabai, dan paprika telah memberikan dampak ekonomi nyata. Tercatat, pendapatan petani setempat meningkat lebih dari dua kali lipat, dari Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.

        Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa perusahaan memiliki visi jangka panjang untuk kawasan pedesaan.

        "Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan," jelas Boy.

        Keberhasilan serupa juga tercatat di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Melalui program pendampingan yang telah berjalan sejak 2019, warga di 16 desa dilatih secara komprehensif mulai dari budidaya, pascapanen, hingga sertifikasi produk komoditas unggulan seperti porang, sorgum, mete, kelor, dan cabai.

        Untuk mengakselerasi program ini, Astra turut menjembatani penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial RI, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani selaku penyerap produk (offtaker) porang pada Kamis (16/4) lalu.

        Dampak ekonomi di Lombok Utara pun melonjak tajam. Keterlibatan 432 warga dalam program ini sukses mendongkrak rata-rata pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan, sekaligus membuka berbagai lapangan kerja baru.

        Hingga tahun 2025, inisiatif Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia. Secara nasional, program ini mencatatkan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% dan menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.

        Prestasi puncaknya, sebanyak 492 desa binaan kini telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar. Upaya berkelanjutan ini menjadi bagian dari kontribusi Astra dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: