Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Houthi Yaman Kecam 'Pembajakan' Kapal Iran: Waspada Eskalasi Bisa Sampai ke Selat Bab al-Mandeb!

        Houthi Yaman Kecam 'Pembajakan' Kapal Iran: Waspada Eskalasi Bisa Sampai ke Selat Bab al-Mandeb! Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kelompok Houthi Yaman mengecam tindakan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Pihaknya mengkritikan blokade hingga pembajakan terhadap kapal komersial dari Iran oleh Washington.

        Kementerian Luar Negeri Houthi menyatakan tindakan tersebut telah memaksa dunia membayar harga mahal. Menurutnya, serangan terhadap kapal komersial serta penahanan awak kapal melanggar hukum internasional.

        Baca Juga: Trump Serang Kanselir Jerman, Tak Terima Soal Kritikan Perang Amerika Serikat-Iran

        Houthi menyebut bahwa gangguan rantai pasok global, kenaikan harga pangan, serta lonjakan harga energi disebut sebagai dampak langsung dari eskalasi tersebut.

        Houthi juga menyatakan dukungan terhadap langkah pembatsan navigasi oleh Iran di Selat Hormuz. Mereka menegaskan hal tersebut sebagai bagian dari hak negara untuk membela diri dan menjaga keamanan wilayahnya.

        "Yaman tidak netral terhadap serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran, Lebanon, dan Palestina," demikian pernyataan mereka.

        Houthi sebelumnya memperingatkan dapat menerapkan biaya hingga menutup jalur pelayaran dari Selat Bab al-Mandeb. Penutupan Selat Bab al-Mandeb berpotensi mengganggu jalur perdagangan global yang sangat vital, termasuk distribusi minyak dan barang.

        Manuver Houthi sendiri dilakukan sebagai responsnya terhadap agresi militer dari Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Kelompok Houthi diketahui telah meluncurkan rudal ke arah Israel sebagai respons terhadap perang yang melibatkan Iran.

        Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya diminta untuk membuka kembali wilayah dari Selat Hormuz oleh Iran. Teheran menurutnya berada dalam kondisi kolaps. 

        "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘kondisi kolaps’. Mereka ingin kami membuka Selat Hormuz. Mereka di sisi lain mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka," kata Trump.

        Trump tidak menjelaskan bagaimana pesan tersebut disampaikan oleh Iran. Oleh karenanya, belum dapat dipastikan jalur komunikasi yang digunakan antara Teheran dan Amerika Serikat.

        Adapun saat ini, belum ada tanda-tanda berlanjutnya negosiasi damai dari Iran dan Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

        Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.

        Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

        Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

        Baca Juga: Jerman: Amerika Serikat Telah Dipermalukan Iran

        Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: