Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Amerika Serikat mengatakan bahwa terdapat kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Menurutnya, Teheran sudah berani melangkah jauh untuk menghentikan konflik antara keduanya di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa terdapat kemajuan dalam proposal terbaru dari Iran. Hal ini mensinyalkan akan adanya penawaran yang lebih baik dari Teheran.
Baca Juga: Amerika Serikat Klaim Sudah Hancurkan Kekuatan Militer Iran, Trump: 80% Fasilitas Rudal Lumpuh
“Iran sudah melangkah jauh dalam negosiasi,” ujar Trump.
Namun Trump menegaskan bahwa kemajuan tersebut belum cukup untuk mencapai kesepakatan. Iran ditegaskannya tidak boleh memiliki atau berambisi untuk mempunyai senjata nuklir.
“Pertanyaannya adalah apakah mereka akan melangkah cukup jauh. Tidak akan pernah ada kesepakatan jika mereka tidak setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir,” katanya.
Trump juga memuji kebijakan blokade terhadap pelabuhan dari Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai strategi yang “jenius” dan “tanpa celah”, yang dinilai efektif menekan pihak dari Teheran.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bisa saja segera mengakhiri segala bentuk tekanan, baik militer maupun ekonomi asalkan ada permintaan dari Teheran. Menurutnya, Iran hanya perlu menyerah untuk mengakhiri tekanan.
“Mereka hanya perlu menyerah, itu saja. Katakan ‘kami menyerah’,” ujarnya.
Adapun Trump sebelumnya memberikan sinyal penolakan atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.
Proposal Iran sendiri dilaporkan mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga perang berakhir dan isu pelayaran di Selat Homruz. Namun, pendekatan ini bertentangan dengan posisi isu nuklir dari Washington.
Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.
Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.
Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat.
Hingga kini, Belum ada tanggapan resmi terkait pernyataan terbaru dari Trump. Blokade terus menjadi instrumen utama sang presiden dalam meningkatkan tekanan ekonomi.
Baca Juga: Ghalibaf: Amerika Serikat Ingin Pecah-belah Iran
Meski ada kemajuan diplomatik, hubungan kedua negara masih tegang. Dengan perbedaan posisi yang signifikan, peluang tercapainya kesepakatan komprehensif masih belum jelas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: