Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bus Sholawat Jadi Andalan, Layanan 24 Jam Permudah Mobilitas Jemaah di Makkah

        Bus Sholawat Jadi Andalan, Layanan 24 Jam Permudah Mobilitas Jemaah di Makkah Kredit Foto: Kemehaj
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Layanan Bus Sholawat menjadi tulang punggung mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah, dengan operasional 24 jam dan ratusan armada yang disiapkan untuk memastikan akses mudah dan nyaman menuju Masjidil Haram.

        Salah satu layanan utama yang diandalkan adalah Bus Sholawat yang menghubungkan jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram secara non-stop.

        Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah, termasuk 52 unit bus hidrolik yang dirancang khusus untuk ramah lansia dan penyandang disabilitas.

        Layanan ini mencakup 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta terhubung dengan tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

        Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih inklusif dan nyaman bagi seluruh jemaah.

        “Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

        Selain kemudahan akses, petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan jika jemaah mengalami kendala di lapangan. Setiap jemaah juga dibekali kartu panduan rute guna memudahkan navigasi selama menggunakan layanan tersebut.

        Layanan Bus Sholawat telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan terus berjalan hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

        Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang mencapai 43 derajat Celsius, kehadiran layanan transportasi ini menjadi krusial untuk menjaga kondisi fisik jemaah, terutama kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas.

        Baca Juga: Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri Minta Tindak Tegas Pihak yang Tawarkan Layanan Haji Ilegal

        “Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegas Maria.

        Dengan dukungan layanan transportasi yang terintegrasi dan beroperasi sepanjang waktu, pemerintah memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk di Tanah Suci.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: