Dorong Investasi Hijau, Filipina dan Singapura Teken Kesepakatan Perdagangan Karbon
Kredit Foto: KEEN
Filipina dan Singapura menandatangani kesepakatan perdagangan karbon yang memungkinkan kedua negara berbagi pengurangan emisi. Kesepakatan ini diharapkan dapat mendorong masuknya investasi ke proyek-proyek iklim ke Asia Tenggara.
Menteri Lingkungan Singapura, Grace Fu mengatakan kerja sama ini akan memperkuat kolaborasi kedua negara dalam menyalurkan pendanaan iklim. Menurutnya, kesepakatan ini juga membuka peluang baru di pasar karbon bagi bisnis dan komunitas lokal.
Baca Juga: Indonesia Siap Ekspor Listrik ke Singapura, Proyek Energi Hijau Rp518 Triliun Disiapkan
Kesepakatan ini sendiri dibangun dalam kerangka dari Paris Agreement. Hal tersebut membuka kemungkinkan transfer kredit karbon antarnegara. Kredit tersebut berasal dari pengurangan emisi yang telah diverifikasi.
Filipina dan Singapura sendiri nantinya akan membentuk komite bersama untuk menyetujui proyek, mengawasi implementasi dan melacak pengurangan emisi.
Menteri Lingkungan Filipina, Juan Miguel Cuna menyebut kesepakatan ini akan menarik investasi di berbagai sektor, antara lain energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengurangan metana, solusi berbasis alam hingga pertanian ramah iklim.
Pendapatan dari proyek karbon tersebut akan digunakan untuk reboisasi dan perlindungan hutan, pengembangan energi bersih hingga program ketahanan iklim berbasis komunitas.
Selain mengurangi emisi, kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Filipina sendiri dengan ini menjadi negara ketiga yang menandatangani kesepakatan serupa dengan Singapura di Asia Tenggara. Sebelumnya, perjanjian serupa telah dilakukan oleh Thailand dan Vietnam.
Baca Juga: Libatkan Teknologi Canggih, Amerika Serikat-Filipina Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan
Langkah Filipina dan Singapura ini menjadi sorotan sebagai model kolaborasi regional dalam menghadapi perubahan iklim. Kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya pengembangan pasar karbon global di Asia Tenggara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: