Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Luas Panen dan Produksi Padi Mengalami Penurunan di Maret

        Luas Panen dan Produksi Padi Mengalami Penurunan di Maret Kredit Foto: Antara/Muhammad Mada
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Maret 2026, mencatat realisasi panen padi pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 0,05 juta hektare (3,16%) dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 1,67 juta hektare. 

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan potensi luas panen padi pada April–Juni 2026 diperkirakan sebesar 3,16 juta hektare. Posisi ini juga mengalami penuruan seluas 0,26 juta hektare atau 7,64% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

        "Dengan demikian, total luas panen padi pada bulan Januari–Juni 2026 diperkirakan sebesar 6,27 juta hektare atau meningkat 0,01 juta hektare atau 0,22% dibandingkan luas panen padi pada bulan Januari–Juni 2025 yang sebesar 6,26 juta hektare," ungkap dia dalam konferensi pers, di Kantornya, Senin (4/5/2026).

        Ateng menuturkan, angka potensi luas panen padi pada Januari-Juni 2026 ini masih dapat berupah. Hal ini tergantung pada beberapa kondisi di lapangan seperti halnya hama, kondisi banjir, dan kekeringan.

        "Ini beberapa yang akan merubah kondisi pertanaman pada April-Juni 2026," ungkap dia.

        Seiring dengan penurunan luas panen, produksi padi pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 8,75 juta ton GKG, atau turun 3,69% dibanding Maret 2025 (9,08 juta ton GKG). Adapun produksi beras pada Maret 2026 sekitar 5,04 juta ton, atau turun 3,67 persen dibanding Maret tahun lalu. 

        Meski mengalami penurunan pada bulan Maret, total realisasi luas panen padi periode Januari-Maret 2026 mencapai 3,11 juta hektare, atau tumbuh 9,68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (2,84 juta hektare). 

        Begitu pula total produksi padi periode Januari-Maret 2026 sebesar 16,84 juta ton, naik 10,50% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (15,24 juta ton).  

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: