Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bangun Kosambi (CBDK) Cetak Laba Rp542 Miliar di Q1 2026, Melonjak 317%

        Bangun Kosambi (CBDK) Cetak Laba Rp542 Miliar di Q1 2026, Melonjak 317% Kredit Foto: Youtube BEI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat lonjakan kinerja yang impresif pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp743 miliar, tumbuh 74% secara tahunan, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melesat hingga Rp542 miliar atau naik 317% YoY.

        “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi monetisasi kawasan bisnis yang kami bangun di CBD PIK2 terus menghasilkan momentum yang positif. Permintaan terhadap commercial land plot tetap kuat, didukung oleh semakin banyak pelaku usaha dan korporasi yang melihat kawasan ini sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang,” ujar Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo. 

        Kontributor terbesar pendapatan berasal dari penyerahan kaveling tanah komersial yang melonjak signifikan hingga 492% YoY. Penjualan ini sebagian besar berasal dari kawasan CBD PIK2 yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat aktivitas bisnis baru dengan daya tarik tinggi bagi korporasi.

        Di sisi lain, lini produk komersial tetap memberikan kontribusi stabil melalui berbagai proyek seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika. Kehadiran proyek-proyek ini turut memperkuat ekosistem bisnis yang terus berkembang di kawasan tersebut.

        Tak hanya fokus pada komersial, CBDK juga mengembangkan segmen residensial melalui produk seperti Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun kawasan terintegrasi yang menggabungkan hunian, bisnis, dan gaya hidup dalam satu ekosistem berkelanjutan di PIK2.

        Dari sisi fundamental, Perseroan ditopang oleh basis aset yang kuat dengan total aset mencapai Rp22,4 triliun per 31 Maret 2026.

        Baca Juga: Emiten Aguan (CBDK) Incar Marketing Sales Rp563 Miliar pada 2026

        Posisi likuiditas yang sehat serta struktur permodalan yang konservatif memberikan fleksibilitas tinggi bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan proyek strategis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.

        “Ke depan fokus CBDK tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada penguatan ekosistem kawasan serta pembangunan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan. Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan pengembangan Hotel Hilton PIK2 yang terus berjalan, kami sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat,” tutup Steven Kusumo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: