Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Beberkan Penyebab Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS

        Airlangga Beberkan Penyebab Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan penyebab pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.424 per dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya dipicu meningkatnya permintaan dolar menjelang musim haji serta kebutuhan pembayaran dividen pada kuartal II 2026.

        Menurut Airlangga, tekanan terhadap rupiah bukan hanya dialami Indonesia. Sejumlah mata uang negara lain juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS seiring tingginya permintaan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global.

        “Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap US dolar dan biasanya juga pada saat dipadah haji, demand terhadap dolar itu meningkat,” kata Airlangga dalam konpers di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

        Airlangga menjelaskan, lonjakan kebutuhan dolar biasanya terjadi secara musiman, terutama saat periode keberangkatan jemaah haji karena meningkatnya kebutuhan transaksi valas. 

        Selain itu, memasuki kuartal kedua, permintaan dolar juga cenderung naik seiring agenda pembayaran dividen perusahaan.

        “Jadi nanti kita juga akan monitor kebutuhan tersebut, dan juga biasanya di kuartal kedua itu juga ada pembayaran dividen, jadi demand terhadap dolar tinggi, dan kita lihat tetap monitor bagaimana dengan negara-negara lain,” tuturnya.

        Untuk meredam tekanan terhadap dolar AS dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pemerintah bersama Bank Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk memperluas kerja sama swap currency dengan sejumlah negara negara.

        Airlangga mengatakan Indonesia telah menjalin skema pertukaran mata uang (swap currency) dengan Cina, serta membuka peluang kerja sama serupa dengan Jepang, Korea Selatan, dan negara lainnya. 

        Baca Juga: Rupiah Terjun Bebas Menuju Level Rp17.400, Ini Biang Keroknya

        Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.400, Bank Indonesia Sebut Masih Sejalan dengan Mata Uang Global

        Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam denominasi mata uang selain dolar AS, seperti yuan dan yen.

        “Sehingga berharap nanti ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat utang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan yang sifatnya seperti dari Cina ataupun dari Yen, itu untuk menjaga tekanan terhadap US Dolar,” terangnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: