Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Serikat Sebut Kuba 'Negara Gagal', Siap Ambil Tindakan di Masa Depan

        Amerika Serikat Sebut Kuba 'Negara Gagal', Siap Ambil Tindakan di Masa Depan Kredit Foto: Slate
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Amerika Serikat dan Kuba kembali tegang. Washington baru-baru ini menegaskan keinginannya untuk mengambil langkah tegas demi menanggapi situasi yang sedang berkembang di Havana.

        Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyatakan bahwa kondisi negara tersebut saat ini tidak dapat diterima, namun menegaskan bahwa pihaknya belum akan mengambil langkah langsung dalam waktu dekat.

        Baca Juga: RUU Kripto Amerika Serikat Belum Final, Dua Pekan ke Depan Akan Krusial untuk Bitcoin Cs

        “Model ekonomi mereka rusak dan pihak yang berkuasa tidak mampu memperbaikinya,” ujarnya.

        Ia juga menyoroti posisi strategis negara tersebut yang hanya berjarak sekitar 90 mil dari Amerika Serikat. Washingto juga menaruh perhatian soal hubungan dari Kuba, Rusia dan China.

        “Sembilan puluh mil dari pantai kita ada negara gagal yang menjadi wilayah ramah bagi beberapa rival kita. Ini adalah status quo yang tidak dapat diterima dan akan kami tangani, tetapi tidak hari ini,” kata Rubio.

        Rubio sendiri membantah adanya blokade minyak oleh negaranya terhadap Kuba. Ia menegaskan bahwa penghentian pasokan minyak berasal dari keputusan dari Venezuela.

        “Tidak ada blokade minyak terhadap Kuba. Satu-satunya ‘blokade’ adalah keputusan untuk tidak lagi memasok minyak gratis dari Venezuela,” ujarnya.

        Kuba selama ini sangat bergantung pada pasokan minyak dari negara tersebut untuk menopang kebutuhan energi, termasuk pembangkit listrik. Gangguan pasokan tersebut telah memicu krisis energi di pulau tersebut, termasuk pemadaman listrik dan gangguan ekonomi yang luas.

        Rubio juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada Kuba. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memastikan bantuan langsung diterima masyarakat, bukan pemerintah.

        Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dari Amerika Serikat dan Kuba. Tekanan itu termasuk kebijakan tekanan ekonomi serta dinamika geopolitik yang melibatkan sekutu seperti Venezuela.

        Baca Juga: Disebut Sarang Hacker, Korea Utara Kecam Tuduhan Amerika Serikat: Fitnah Politik

        Kebijakan Amerika Serikat terhadap negara itu saat ini mencerminkan strategi tekanan berkelanjutan, dengan tujuan mendorong perubahan ekonomi dan politik di negara tersebut, meski tanpa intervensi langsung dalam waktu dekat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: