Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Profil Semyon Skrepetsky, Seniman Pengkritik Putin yang Tewas Ditembak di Polandia

Profil Semyon Skrepetsky, Seniman Pengkritik Putin yang Tewas Ditembak di Polandia Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus penembakan yang menewaskan seorang seniman Rusia di Polandia memicu perhatian internasional setelah korban diketahui merupakan sosok yang selama ini dikenal vokal mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.

Korban bernama Robert Kuzovkov, yang lebih dikenal publik dengan nama samaran Semyon Skrepetsky, ditemukan tewas setelah diberondong lima peluru di Kota Biała Podlaska, Polandia, pada Senin (15/6/2026) waktu setempat.

Aparat Polandia kini tengah menyelidiki motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas politik dan karya-karya satir yang selama ini dibuat korban.

Dalam perkembangan terbaru, polisi telah menahan dua warga negara Belarus berusia 33 dan 37 tahun yang ditemukan berada di sekitar lokasi kejadian.

Meski demikian, otoritas setempat menegaskan bahwa peran kedua orang tersebut masih didalami dan belum dapat disimpulkan memiliki keterlibatan langsung dalam aksi penembakan.

Menurut keterangan jaksa Polandia, penyerang mendekati korban di area parkir kendaraan sebelum melepaskan dua tembakan.

Saat korban terjatuh, pelaku kembali menembakkan tiga peluru tambahan lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Ketika korban jatuh ke tanah, pelaku mendekat, menembakkan tiga tembakan lagi, dan kemudian dengan cepat melarikan diri dari tempat kejadian. Robert K meninggal di tempat kejadian,” kata juru bicara kejaksaan distrik Lublin, Marcin Kozak.

Penyidik menemukan lima selongsong peluru serta satu proyektil amunisi kaliber 9 mm di lokasi kejadian sebagai bagian dari barang bukti.

Nama Semyon Skrepetsky sendiri cukup dikenal di kalangan oposisi Rusia karena karya-karya karikaturnya yang kerap menyindir tokoh-tokoh politik berpengaruh di kawasan Eropa Timur.

Selain Vladimir Putin, ia juga beberapa kali membuat karikatur yang mengkritik Presiden Belarus Alexander Lukashenko serta pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov.

Aktivitas tersebut membuat namanya menjadi salah satu figur yang cukup dikenal di kalangan aktivis kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Di Hari Ulang Tahun, Trump Telepon Putin dan Minta Ini

Karena khawatir menghadapi proses hukum di Rusia, Kuzovkov meninggalkan negaranya pada 2021 dan kemudian memperoleh suaka politik di Polandia.

Ia menetap di Biała Podlaska, kota kecil yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Belarus, hingga akhirnya menjadi korban penembakan yang kini mengundang sorotan dunia.

Kasus ini masih terus didalami aparat Polandia untuk mengungkap pelaku utama, motif penembakan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kematian seniman pengkritik Kremlin tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: