Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anak Usaha PGN Siap Pasok CNG 3 Kg

        Anak Usaha PGN Siap Pasok CNG 3 Kg Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan peluncuran Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kg pada tahun ini. Inovasi ini disiapkan sebagai alternatif penggunaan Elpiji (LPG) yang mayoritas diperoleh secara impor.

        Direktur Operasi dan Komersial PT Gagas Energi Indonesia (PGN Group), Maisalina, menyatakan kesiapan infrastruktur perusahaan dalam mendukung distribusi gas non-pipa (beyond pipeline) tersebut.

        Saat ini, pelanggan CNG milik anak usaha PGN yang merupakan subholding Pertamina tersebut telah berjalan masif di sektor industri dan transportasi.

        "Sudah 15 tahunan sebenarnya CNG ini sudah beroperasi dan sudah berjalan. Hari ini kita sudah menjalankan untuk Gagas sendiri sekitar 15 BBTUD yang kami salurkan per harinya kepada para pelanggan," kata Maisalina dalam diskusi bertajuk "CNG & LNG untuk Rakyat" di Jakarta, Selasa (5/5/2026)

        Maisalina menjabarkan, saat ini Gagas Energi telah mengelola 11 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), serta jaringan pipa sepanjang 35.000 kilometer. Total pelanggan eksisting mencapai 62.000 yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, dan Batam, mencakup sektor transportasi, hotel, restoran, hingga rumah tangga.

        Ia menambahkan, perusahaan juga terus memperluas jangkauan operasional melalui proyek strategis di wilayah baru.

        "Jadi secara infrastruktur prinsipnya kami siap untuk mendukung semua arah kebijakan dari pemerintah," ungkapnya.

        Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa CNG 3 kg iniĀ  akan menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan komposit fiber. Teknologi ini diklaim sebagai inovasi pertama di dunia untuk ukuran 3 kg, yang jauh lebih ringan dibanding tabung logam konvensional.

        Baca Juga: CNG 3 Kg Siap Masuk Dapur Warga Jawa Tahun Ini

        Baca Juga: CNG Siap Jadi Alternatif LPG, Bahlil: Bisa Hemat 130 Triliun

        "Didesain sedemikian sehingga kompor tidak perlu diganti, tinggal plug and play. Kami sudah menyaksikan langsung, apinya bahkan lebih panas dan lebih biru," jelas Laode.

        Kendati demikian, Laode menegaskan skema implementasi serta penunjukan pihak yang akan mendistribusikan produk tersebut masih dalam tahap pengkajian dan belum diputuskan.

        Pemerintah menargetkan produksi masif akan dimulai dalam waktu dekat. Selain kepraktisan, alasan utama konversi ini adalah efisiensi anggaran. Laode menyebut harga CNG diproyeksikan 30 persen lebih murah dibandingkan Elpiji, sehingga beban subsidi negara bisa terpangkas signifikan.

        "Dengan harga yang sama dengan LPG 3 kg, kita bisa menghemat 30% subsidinya lebih rendah daripada subsidi LPG," tuturnya.

        Fokus di Pulau Jawa Sebagai tahap awal, distribusi CNG 3 kg akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah tertentu. "Penerapannya bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa," tandas Laode.

        Langkah ini dipandang mendesak karena konsumsi LPG nasional saat ini menembus 8,6 juta ton per tahun, di mana 75 persen di antaranya masih dipenuhi lewat impor. Sementara itu, stok gas alam dalam negeri justru melimpah, terutama dengan ditemukannya cadangan gas baru sebesar 5 TCF.

        "Dalam beberapa tahun ke depan gas melimpah. Ditemukan 5 TCF, nanti akan masih ada eksplorasi masih jalan terus. Jadi kita sebenarnya Indonesia kaya akan gas alam dan ini harus kita manfaatkan," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: