Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Visi Menjadi Kota Global, Jakarta Cuma untuk Kelas Menengah dan Orang Kaya Saja? Begini Jawaban Pramono

Visi Menjadi Kota Global, Jakarta Cuma untuk Kelas Menengah dan Orang Kaya Saja? Begini Jawaban Pramono Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menekan angka ketimpangan ekonomi (Gini Ratio) di ibu kota.

Di tengah ambisi Jakarta bertransformasi menjadi kota global, Pramono menjamin bahwa pembenahan kota ditujukan untuk semua lapisan masyarakat, bukan hanya untuk kalangan menengah ke atas.

Menurut Pramono, menekan jarak antara masyarakat kaya dan miskin di Jakarta selalu menjadi tantangan berat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, isu kemiskinan dan ketimpangan kini menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

"Saya yakin, untuk menurunkan Gini Ratio dan memotong rantai kemiskinan itu, jalan utamanya adalah lewat pendidikan," tegas Pramono dalam sesi diskusi Dewan Pers.

Keseriusan ini dibuktikan melalui alokasi anggaran yang mencapai hampir Rp2 triliun, yang disalurkan melalui program perlindungan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). 

Langkah nyata lainnya di bidang pendidikan mencakup program pemutihan ijazah bagi siswa yang terkendala biaya, serta pengiriman 451 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bekerja di luar negeri, di antaranya ke Jerman, Jepang, dan Malaysia.

Sebagai gebrakan baru, Pramono juga menyebutkan bahwa tahun depan Pemprov DKI akan meluncurkan program beasiswa daerah yang dikelola langsung melalui kerja sama dengan LPDP Pusat.

Selain fokus pada pendidikan, penyediaan lapangan kerja yang inklusif juga menjadi pilar penting Pemprov DKI dalam mengentaskan kemiskinan. Pemerintah secara rutin menggelar bursa kerja (job fair) yang sejauh ini telah mempertemukan lebih dari 14.000 pencari kerja dengan pihak perusahaan.

Pramono juga memastikan bahwa bursa kerja tersebut memberikan peluang yang setara bagi penyandang disabilitas.

Ia menceritakan sebuah kisah inspiratif mengenai seorang penyandang disabilitas bekerja master program di Transjakarta.

Melalui kombinasi perluasan akses pendidikan dan pembukaan lapangan pekerjaan yang inklusif, Pramono berharap pembangunan Jakarta dapat dirasakan manfaatnya secara merata.

"Jakarta berbenah untuk semua masyarakat. Tidak hanya untuk orang kaya, tetapi untuk semua kelas," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat