Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tertekan Pasar Kripto, Pendapatan COIN Susut 18% di Kuartal I 2026

        Tertekan Pasar Kripto, Pendapatan COIN Susut 18% di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Indokripto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja keuangan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada kuartal I 2026 menghadapi tekanan seiring melemahnya pasar aset kripto. Koreksi harga, penurunan kapitalisasi pasar, serta merosotnya volume transaksi menjadi faktor utama yang membebani industri secara keseluruhan.

        Dampaknya, pendapatan Perseroan mengalami kontraksi 18% menjadi Rp41,49 miliar dari sebelumnya Rp50,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Tekanan ini bahkan turut menyeret EBITDA dan laba bersih Perseroan ke zona negatif.

        “Salah satu yang memicu kondisi tersebut adalah perilaku risk off konsumen akibat makroekonomi global yang tidak stabil karena ketegangan geopolitik dan pengetatan likuiditas. Dengan turunnya nilai transaksi aset kripto, akhirnya berimbas negatif terhadap kinerja fundamental Perseroan,” jelas Direktur Utama COIN, Ade Wahyu.

        Meski demikian, di tengah tekanan tersebut, COIN masih menemukan titik terang melalui segmen perdagangan derivatif. Sepanjang kuartal I 2026, pendapatan dari segmen ini melonjak signifikan sebesar 125% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp11,4 miliar, dibandingkan Rp5,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Lonjakan ini membuat kontribusi segmen derivatif mencapai 27,6% terhadap total pendapatan Perseroan, menjadikannya salah satu penopang utama di tengah kondisi pasar yang menantang.

        Ade menilai, dinamika pasar saat ini merupakan bagian dari siklus yang bersifat sementara. Ia juga menyoroti potensi besar dari produk derivatif kripto yang menawarkan peluang dua arah (two-way opportunities), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging) saat pasar mengalami koreksi.

        Dari sisi potensi pasar, ruang pertumbuhan masih sangat terbuka. Rasio pasar derivatif kripto di Indonesia saat ini baru mencapai 0,13 kali dari pasar spot, jauh tertinggal dibandingkan rasio global yang telah mencapai 5 kali lipat.

        "Melesatnya segmen derivatif di kuartal I 2026 adalah bukti nyata penerimaan pasar terhadap inovasi Bursa Kripto CFX. Dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas dibandingkan pasar global, derivatif siap menjadi pilar kekuatan COIN untuk menjaga stabilitas dan memacu kinerja ke depan," pungkas Ade.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: