Kredit Foto: Stanford Seed Indonesia
Stanford Seed Indonesia membuka pendaftaran angkatan baru tahun 2027 untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan berdampak tinggi di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Stanford Graduate School of Business (GSB) sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis di pasar berkembang.
Direktur Global Stanford Seed, Jeffrey S. Prickett, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada transformasi bisnis terukur serta penguatan kepemimpinan. Ia menyebutkan, pendekatan ini membedakan wirausahawan yang mampu melakukan scale-up dari mereka yang stagnan, terutama di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Indonesia.
“Kami mempertemukan dosen Stanford GSB dan penasihat lokal berpengalaman secara langsung dengan tantangan spesifik yang dihadapi para CEO setiap hari di pasar yang masih dianggap sekunder oleh banyak sekolah bisnis. Dan karena kami membawa serta tim manajemen, bukan hanya CEO, pembelajaran ‘mendarat’ dengan cara yang berbeda," kata Direktur Global Stanford Seed, Jeffrey S. Prickett kepada media saat memperkenalkan Program Seed Transformation.
"Pembelajaran itu tidak berhenti pada satu orang, namun mengubah cara seluruh tim kepemimpinan berpikir, berkomunikasi, dan mengambil keputusan bersama—dan hal ini tercermin secara kuantitatif dalam hasil bisnis,” sambungnya.
Jeffrey mengungkapkan, program Seed Transformation dirancang dengan metode hybrid learning yang berlangsung selama 10 bulan, mulai Januari hingga November. Peserta akan mengikuti sesi kelas intensif, pembelajaran virtual, serta lokakarya langsung di perusahaan untuk memastikan implementasi strategi bisnis secara nyata.
Kurikulum program ini memandu peserta melalui tujuh modul inti. Di antaranya strategi dan model bisnis, proposisi nilai dan pelanggan, operasi dan manajemen keuangan, serta pengembangan kepemimpinan. Perjalanan ini berkulminasi pada pembuatan rencana transformasi komprehensif, peta jalan strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Berkat kemurahan hati pendiri, termasuk Robert dan Dorothy King, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk, untuk peserta Indonesia, program ini bersubsidi. Biayanya adalah Rp140.000.000 dengan beasiswa tambahan hingga 60% dari biaya program tersedia secara terbatas berdasarkan ukuran perusahaan, tahap bisnis, dan kebutuhan finansial yang terbukti.
Baca Juga: Kewirausahaan Jadi Senjata Indonesia Hadapi Bonus Demografi
Baca Juga: Forum Bisnis Saint Petersburg, Indonesia Pacu Jejaring Industri Global
Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi (gsbseed.stanford.edu/stp-indonesia) dengan batas waktu hingga 1 Juni 2026. Calon peserta juga dapat memperoleh informasi tambahan melalui Facebook (shorturl.at/fiYdw) dan LinkedIn (shorturl.at/iCkgN), serta mengikuti sesi informasi virtual pada 13, 20, dan 27 Mei 2026 sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: