Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Strategi Purbaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Dari Daya Beli hingga Berantas Barang Ilegal

        Strategi Purbaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Dari Daya Beli hingga Berantas Barang Ilegal Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah strategi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. 

        Purbaya menyebut, tiga faktor utama mendorong ekonomi yakni menjaga daya beli masyarakat, belanja pemerintah serta efisienkan sistem dunia bisnis khususnya iklim investasi.

        Di luar dari ketiga faktor tersebut, kata Purbaya, diperlukan juga menjaga pasar domestik dari barang-barang ilegal yang dapat merusak pasar.

        "Saya akan galakkan lagi penjagaan pasar domestik dari barang-barang ilegal yang katanya agak ramai lagi sekarang. Walaupun BC (Bea Cukai) sudah bekerja lebih keras dari sebelumnya. Itu utamanya," kata Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

        Purbaya menilai, kondisi ekonomi saat ini masih sangat kuat, sehingga jauh dari kata resesi seperti tahun 1998 seperti yang dinarasikan.

        "Karena ada kalau saya juga agak, saya monitor terus keadaannya ya, kelihatannya walaupun bagus, orang masih agak takut. Karena banyak yang nakut-takutin, kayak Anda tuh nakut-takutin, katanya mau 1998, maunya ini itu, padahal kan sudah kita buktikan kan, kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan," jelasnya.

        Baca Juga: Rencana Tunaikan Ibadah Haji, Purbaya: Doanya Supaya Ekonomi RI Bagus Terus

        Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tumbuh 5,61%, Kadin Apresiasi Program MBG hingga Hilirisasi

        Purbaya berkomitmen untuk mendorong sektor swasta dalam mendorong perekonomian nasional. Pemerintah, kata dia akan memastikan likuiditas di perbankan aman agar dunia usaha bisa memanfaatkannya.

        "Itu juga kita jaga, sebetulnya kita jaga, makanya kita bisa tumbuh seperti ini. Jadi, jadi harusnya, pebisnis gak usah takut, kita akan membaik terus ke depan. Perbankan akan kita pastikan uangnya cukup di sistem perekonomian sehingga dunia usaha bisa dapat akses ke pembelian," terangnya.

        Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87%.

        Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: