Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Jakarta usai hujan deras pada Senin (4/5/2026) menuai kritik dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan.
August menilai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak memiliki keseriusan dan skala prioritas yang jelas dalam menangani persoalan banjir yang terus berulang di ibu kota.
Baca Juga: Pramono Klaim RW Kumuh di Jakarta Turun Drastis Lebih dari 52 Persen
“Menurut saya, Mas Pram tidak serius. Karena banjir sudah dianggap sebagai bagian dari nasib Jakarta, maka permasalahannya tidak ditangani dengan baik. Kalau gubernurnya seperti itu, orang-masyarakat bisa kecewa,” ujar August.
Ia menyoroti besarnya anggaran pengendalian banjir yang telah dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, namun dinilai belum berdampak signifikan bagi masyarakat.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran pengendalian banjir sebesar Rp2,6 triliun. Sementara pada APBD 2026, anggaran banjir kembali ditetapkan sebesar Rp2,8 triliun, sehingga total mencapai Rp5,4 triliun.
“Oleh karena itu, banjir kemarin menjadikan Jakarta semrawut. Mas Gubernur itu belum bekerja dengan skala prioritas. Padahal, anggarannya sudah besar, yaitu sebesar Rp5,4 triliun, tetapi masyarakat belum merasakan penanganannya efektif,” katanya.
“Nah, ini saya jadi kecewa, kecewa berat. Karena dari DPRD semuanya sudah mendorong, khususnya dari Fraksi PSI,” sambung August.
Berdasarkan data hingga Selasa pagi (5/5/2026), sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah Jakarta masih terendam banjir dan menyebabkan 118 warga mengungsi.
Wilayah Jakarta Selatan menjadi kawasan terdampak paling parah dengan total 78 RT tergenang. Beberapa titik banjir berada di Kelurahan Bangka, Rawajati, Tanjung Barat, Cilandak Timur, hingga Petogogan yang menjadi wilayah dengan genangan terbanyak.
August juga menyindir fokus Pemprov DKI Jakarta yang dinilainya lebih banyak diarahkan pada kegiatan hiburan dan pencitraan kota dibanding penyelesaian masalah mendasar seperti banjir.
“Mas Gubernur sekarang malah lebih banyak berpikir bagaimana caranya untuk mempercantik kota, mengundang band-band penyanyi internasional, sampai dengan mengadakan balapan F1. Kita balapan di kawasan banjir saja kalau begitu,” ujarnya.
Ia meminta Pramono Anung beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta segera memprioritaskan penanganan banjir, termasuk mempercepat normalisasi kali dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
“Yang jelas, normalisasi kali harus disegerakan. Menurut saya, itu tidak akan memakan waktu yang lama sampai bertahun-tahun. Bahkan, itu bisa diselesaikan hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Apalagi, anggarannya sudah ada,” kata August.
Selain itu, ia juga mendorong penambahan pompa air serta perbaikan saluran drainase untuk mencegah genangan meluas ke kawasan permukiman warga.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Daging di Jakarta, Perumda Dharma Jaya Percepat Impor 7.500 Ekor Sapi dari Australia
“Kita juga perlu menambah pompa-pompa air, membersihkan saluran-saluran air, kalau perlu memperlebarkannya supaya air tidak menumpuk dan kemudian meluap ke wilayah permukiman warga. Jangan sampai ini dibiarkan terus,” pungkasnya.