Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasar Seafood Premium RI Tumbuh, Skotlandia Bidik Peluang Ekspor

        Pasar Seafood Premium RI Tumbuh, Skotlandia Bidik Peluang Ekspor Kredit Foto: Antara/Jojon
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia mulai menjadi pasar potensial bagi produk seafood premium global seiring meningkatnya konsumsi ikan domestik dan keterbatasan produksi lokal untuk sejumlah komoditas tertentu seperti salmon, cod, mackerel, hingga shellfish premium.

        Kondisi tersebut membuka peluang bagi negara eksportir seafood premium seperti Skotlandia untuk memperluas penetrasi pasar di Indonesia. Seafood sendiri menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar Skotlandia setelah whisky, dengan distribusi ke lebih dari 100 negara.

        Data Scottish Government mencatat nilai ekspor salmon Skotlandia mencapai lebih dari £840 juta pada 2024, menjadikannya produk makanan ekspor terbesar Inggris.

        Di tengah pertumbuhan konsumsi domestik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya menyatakan Indonesia masih membutuhkan impor sejumlah jenis seafood yang belum dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

        Kebutuhan tersebut terutama berasal dari komoditas tanpa substitusi lokal atau yang produksinya masih terbatas, seperti salmon, mackerel, cod, dan berbagai jenis shellfish.

        Permintaan tersebut muncul seiring berkembangnya industri makanan premium, hotel, restoran, hingga segmen fine dining yang membutuhkan pasokan seafood berkualitas tinggi dan konsisten.

        Sebagai salah satu pemasok seafood terbesar dunia, Skotlandia menawarkan sekitar 60 jenis produk seafood, mulai dari salmon, haddock, cod, monkfish, lobster, langoustine, scallop, hingga tiram premium.

        Perairan utara Skotlandia yang dingin dan kaya nutrisi dinilai menjadi faktor utama yang membentuk kualitas hasil laut dengan tekstur dan rasa yang lebih konsisten.

        Selain faktor alam, industri perikanan Skotlandia juga dikenal menerapkan sistem pengelolaan ketat, mulai dari kuota penangkapan hingga sistem traceability atau penelusuran produk.

        Sistem tersebut memungkinkan setiap hasil tangkapan dapat ditelusuri asal-usulnya, sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan dan transparansi rantai pasok.

        Salah satu produk unggulan Skotlandia ialah salmon premium yang telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara.

        Produk tersebut juga menjadi seafood non-Prancis pertama yang memperoleh sertifikasi Label Rouge dari Prancis, yang dikenal sebagai salah satu standar kualitas pangan tertinggi di dunia.

        Selain salmon, scallop Skotlandia juga menjadi salah satu produk premium yang banyak digunakan industri kuliner internasional.

        Scallop tersebut ditangkap secara liar melalui metode yang dikontrol ketat, termasuk teknik hand-dived untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber daya laut.

        Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi ikan nasional dinilai semakin memperkuat kebutuhan Indonesia terhadap pasokan seafood impor premium.

        Kombinasi antara peningkatan permintaan domestik, pertumbuhan industri kuliner premium, serta keterbatasan produksi lokal untuk jenis tertentu menciptakan ruang pasar baru bagi perdagangan seafood premium global.

        Dengan kapasitas produksi besar, standar kualitas tinggi, dan portofolio produk yang luas, Skotlandia dinilai berada pada posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: