Dunia Kerja Berubah Drastis, BINUS Bandung Siapkan Mahasiswa Hadapi Karier Masa Depan Berbasis AI dan Industri Kreatif
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Perkembangan teknologi dan transformasi industri yang berlangsung begitu cepat kini mulai mengubah lanskap dunia kerja secara global. Generasi muda pun dituntut untuk memiliki keterampilan baru agar mampu bersaing di tengah perubahan yang semakin dinamis.
Laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan global akan mengalami perubahan pada tahun 2030. Kondisi ini membuat banyak orang tua semakin berhati-hati dalam mendampingi anak menentukan pilihan pendidikan tinggi yang tepat demi masa depan karier mereka.
Kekhawatiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pilihan jurusan, tetapi juga prospek kerja setelah lulus. Riset Populix bersama BINUS University menunjukkan bahwa employability atau peluang kerja kini menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan keluarga saat memilih perguruan tinggi.
Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi setiap tahun, BINUS @Bandung menggelar Media Gathering bersama awak media di kampus BINUS @Bandung, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai tren pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan ekosistem pembelajaran yang dirancang agar mahasiswa lebih dekat dengan dunia industri dan karier masa depan.
Kota Bandung sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan kota kreatif di Indonesia. Dinamika penerimaan mahasiswa baru di kota ini setiap tahun selalu menjadi perhatian para siswa maupun orang tua yang ingin memastikan pilihan pendidikan anak mereka relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Memilih perguruan tinggi kini dipandang sebagai langkah strategis yang dapat memengaruhi masa depan karier seseorang. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan ekspektasi tinggi setelah lulus, banyak keluarga merasa khawatir akan salah menentukan jurusan maupun kampus.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Fenomena career mismatch masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Sekitar 35 hingga 36 persen pemuda diketahui bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki.
Orang tua mahasiswa BINUS @Bandung, Vivi Deviyanti, mengungkapkan bahwa lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan pendidikan bagi anaknya.
“Sebagai orang tua tentu kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang dipilih benar-benar memberikan bekal yang bermanfaat bagi masa depan anak. Melihat bagaimana lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri yang diberikan oleh kampus menjadi salah satu faktor yang membuat kami yakin,” ujar Vivi.
Dalam diskusi tersebut, Head of Psychology Department BINUS University sekaligus praktisi psikologi, Dr. Esther Widhi Andangsari, menilai kekhawatiran dalam menentukan pilihan pendidikan merupakan hal yang wajar, terutama ketika keputusan tersebut dianggap menentukan masa depan seseorang.
“Banyak anak muda merasa keputusan memilih jurusan atau kampus seolah menentukan seluruh hidup mereka. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami minat, potensi, serta lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan mereka. Ketika mahasiswa berada di ekosistem yang tepat, mereka akan memiliki ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah,” jelasnya.
Sebagai Creative Technology & Creativepreneurship Campus, BINUS @Bandung menjawab tantangan tersebut dengan menggabungkan penguasaan teknologi, kreativitas, dan pemahaman bisnis dalam proses pembelajaran.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif dan industri digital yang terus tumbuh pesat, khususnya di Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas dan inovasi nasional.
BINUS University juga memperkuat ekosistem pendidikan melalui jaringan lebih dari 2.200 perusahaan global dan komunitas lebih dari 175 ribu Binusian yang tersebar di berbagai sektor industri di dalam maupun luar negeri.
Ekosistem tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun koneksi profesional, mendapatkan pengalaman industri, hingga mempersiapkan karier sejak masih duduk di bangku kuliah.
Campus Director BINUS @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan teknologi, kreativitas, serta pola pikir inovatif agar mereka siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan karier di masa depan,” katanya.
Tidak hanya itu, mahasiswa BINUS juga memiliki kesempatan memperoleh pengalaman internasional selama masa studi. Tercatat sebanyak 98 persen lulusan BINUS telah mendapatkan pengalaman internasional melalui program akademik global, kolaborasi lintas negara, hingga berbagai aktivitas internasional lainnya.
Untuk memperluas akses pendidikan, BINUS University juga menyediakan berbagai program beasiswa hingga 100 persen bagi siswa berprestasi agar semakin banyak generasi muda mendapatkan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Melalui pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, kecerdasan buatan (AI), kreativitas, kewirausahaan, serta koneksi industri, BINUS @Bandung berkomitmen menjadi lingkungan pendidikan yang mampu membantu mahasiswa mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional yang semakin dinamis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: