Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Klaim Satgas Debottlenecking Berhasil Percepat Investasi Senilai US$30 Miliar

        Purbaya Klaim Satgas Debottlenecking Berhasil Percepat Investasi Senilai US$30 Miliar Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan satuan tugas (satgas) debottlenecking yang telah berjalan sekitar enam bulan berhasil mempercepat realisasi sejumlah proyek investasi yang sebelumnya tersendat. Total nilai investasi yang berhasil dipercepat tersebut mencapai lebih dari US$30 miliar.

        Menurut Purbaya, capaian tersebut masih berpotensi bertambah seiring penanganan sejumlah proyek lain yang saat ini masih dalam tahap pembahasan, termasuk proyek besar di wilayah Sumatra dengan nilai mencapai US$40 miliar.

        "Nanti ada lagi satu proyek di sekitar Sumatra mungkin yang sampai US$40 miliar (proyek) yang udah bertahun-tahun, kita akan jalankan dengan cepat, mereka (investor) masih diskusi," kata Purbaya usai agenda seminar debottlenecking di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026). 

        Selain proyek di Sumatra, Ketua Satgas Debottlenecking itu juga mengungkapkan adanya 11 antrean investasi asal Prancis yang dilaporkan mengalami hambatan. Saat ini, seluruh aduan tersebut tengah diproses lebih lanjut oleh satgas.

        Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan total nilai investasi dari antrean proyek asal Prancis tersebut. Menurutnya, nilai investasi akan bergantung pada laporan maupun aduan yang nantinya disampaikan investor.

        Ia menilai keberadaan satgas debottlenecking dapat meningkatkan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, kepastian adanya saluran penyelesaian hambatan investasi menjadi faktor penting bagi pelaku usaha global.

        "Yang jelas begini, begitu investor asing mengetahui bahwa ada task force ini, mereka jadi tidak takut melakukan investasi di sini, karena mereka tau juga kalau ada hambatan, mereka harus ke mana," tandas Purbaya.

        Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan sejumlah investor meminta agar proses penanganan kasus dan sidang debottlenecking tidak selalu disiarkan secara langsung kepada publik.

        Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500 per USD, Purbaya Siap Beri Penjelasan ke DPR

        Baca Juga: Purbaya Jawab Keluhan Investor China Soal Iklim Usaha di RI: Harusnya Enggak Ada Masalah

        Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan permintaan tersebut dengan melihat karakteristik setiap kasus, meski transparansi tetap dinilai penting dalam proses penyelesaian hambatan investasi.

        "Ada beberapa kawan-kawan (investor) yang bilang kami mau mengadu juga, tapi jangan disiarkan, malu katanya. Kita lihat nanti seperti apa kasusnya, jadi akan kita sesuaikan. Tapi menurut saya sih disiarkan langsung karena ada transpransi, biar masyarakat bisa lihat kita menanggapinya serius," pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: