Kredit Foto: Unsplash/Rizky Subagja
Meningkatnya permintaan konsumen terhadap alternatif gula putih mendorong lonjakan tren pemanis alami di industri makanan dan minuman (F&B).
Merespons momentum positif tersebut, produsen gula alami merek Palmarie di bawah naungan CV Jagoan Food resmi memperluas kapasitas produksi dan jaringan distribusinya ke puluhan kota di Indonesia.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan tren pemulihan industri F&B pascapandemi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pengolahan makanan dan minuman konsisten tumbuh di atas 5 persen per tahun sejak 2022, didorong oleh diversifikasi produk dan popularitas bahan baku alami di kalangan konsumen urban.
Direktur CV Jagoan Food, Arie Adrian, mencatat adanya lonjakan permintaan produk Palmarie sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan volume penjualan terbesar datang dari segmen coffee shop, gerai boba, kafe, hingga pelaku UMKM kuliner yang mulai beralih dari gula rafinasi.
“Pertumbuhan bisnis kami tidak terlepas dari perubahan pola konsumsi yang semakin mengutamakan bahan baku alami. Volume penjualan naik signifikan karena pelaku usaha mencari pemanis dengan rasa konsisten dan higienis, tanpa mengorbankan efisiensi operasional,” ujar Arie di Jakarta.
Beberapa produk yang menjadi primadona di gerai minuman kekinian dan kafe urban antara lain: Gula kelapa cair super, Brown sugar premium, Gula aren bubuk organik (populer untuk segmen baking dan kopi premium).
Selain memenuhi kebutuhan industri yang mencari rasa autentik dan fungsional, perusahaan juga memastikan rantai pasoknya berdampak positif bagi masyarakat.
"Dengan menyerap pasokan bahan baku langsung dari petani lokal, kami berupaya memastikan keberlanjutan pasokan sekaligus memberdayakan ekonomi desa,” tambah Arie.
Ke depan, Palmarie akan terus memperkuat strategi perluasan pasar melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM serta optimalisasi saluran distribusi modern. Langkah ini dinilai esensial untuk mengukuhkan posisi Palmarie sebagai salah satu pemain utama di industri pemanis alami nasional yang adaptif terhadap dinamika pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: