Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diakui Sebagai Penjaga Stabilitas Pangan! Indonesia Kebanjiran Surplus Pupuk

Diakui Sebagai Penjaga Stabilitas Pangan! Indonesia Kebanjiran Surplus Pupuk Kredit Foto: Kementan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia mencatat langkah penting dalam sektor pertanian dengan mengekspor pupuk ke Australia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Nilai kerja sama ini mencapai sekitar Rp7 triliun dan menjadi sinyal kuat posisi Indonesia di rantai pasok pangan kawasan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ekspor ini terjadi karena kapasitas produksi nasional yang berada dalam kondisi surplus. Indonesia dinilai tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai memasok kebutuhan negara lain.

“Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,”kata Mentan dikutip dari ANTARA.

Hubungan kerja sama dengan Australia di sektor pangan disebut semakin menguat seiring pengiriman pupuk tersebut. Pemerintah Australia bahkan disebut memberikan apresiasi langsung atas dukungan Indonesia di tengah gangguan rantai pasok global.

“Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,”kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Mentan Amran mengungkapkan dirinya menerima komunikasi langsung dari Menteri Pertanian Australia, Julie Collins MP. Dalam percakapan tersebut, pihak Australia menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia terhadap ketersediaan pupuk mereka.

“Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global,” ujar Amran.

Apresiasi juga datang dari level kepala pemerintahan melalui komunikasi antara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini memperkuat sinyal bahwa kerja sama kedua negara semakin strategis di sektor pangan.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” kata Mentan Amran.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Ekspor Perdana Urea ke Australia Senilai Rp7 Trilun

Ekspor perdana pupuk urea dilakukan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang dengan volume awal 47.250 ton. Total komitmen kerja sama mencapai 250.000 ton dan berpotensi meningkat hingga 500.000 ton.

“Ini mencetak sejarah karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia," kata Amran.

Menurut Amran, penguatan industri pupuk menjadi fondasi penting dalam mempercepat program swasembada pangan nasional. Pemerintah menegaskan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum ekspor dilakukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama