Rupiah Melemah Sentuh Level Psikologis Baru di Atas Rp17.600 per USD
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat tembus Rp17.600 pada perdagangan pagi Jumat (15/5/2026). Mengutip Bloomberg mata uang Garuda bergerak fluktuatif hingga pukul 11.30 WIB berada di level Rp17.593 per USD.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah menghadapi tekanan setelah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah selama masa libur panjang. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz dinilai memicu kekhawatiran pasar global dan mendorong pelaku pasar mencari aset aman.
Situasi memanas setelah Iran dikabarkan menggelar latihan perang besar-besaran di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu respons dari Amerika Serikat dan meningkatkan kewaspadaan sejumlah negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Oman, dan Arab Saudi.
"Ini membuat ketegangan bagi Amerika, kemudian Iran, dan negara-negara di Timur Tengah, terutama adalah Uni Emirate Arab, Oman, ya kemudian Arab Saudi, dan lain-lainnya," kata Ibrahim kepada wartawan.
Selain itu, muncul informasi mengenai dugaan komunikasi dan kerja sama antara Israel dengan beberapa negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Meski kabar tersebut telah dibantah oleh pihak terkait, isu tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar dan pengamat geopolitik internasional.
Ketegangan semakin meningkat setelah sebuah kapal kargo yang berlayar dari Afrika menuju Uni Emirat Arab dilaporkan tenggelam di perairan lepas pantai Oman pada Rabu lalu. Insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur vital distribusi minyak dunia.
Baca Juga: Purbaya Minta Masyarakat Jangan Panik Soal Rupiah: Tak Akan Sejelek 98
Baca Juga: Purbaya Beberkan Strategi Bantu BI Stabilkan Rupiah
Ibrahim menilai memanasnya kondisi geopolitik di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global serta meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
"Kita lihat bahwa tadi pagi ya di Rp17.600an lebih ya kemudian sekarang sudah kembali di bawah Rp17.600 artinya apa? Artinya Bank Indonesia benar-benar melakukan intervensi di pasar internasional," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: