Kredit Foto: Cita Auliana
Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi. Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot sempat menyentuh level Rp17.613 per dolar AS.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan peluang kenaikan suku bunga acuan berpotensi terjadi pada Juni 2026. Menurut dia, BI dapat menaikkan BI Rate sekitar 25 basis poin (bps) hingga 50 bps.
“Ada kemungkinan besar Bank Sentral Indonesia kemungkinan dalam pertemuan di bulan Juni ini akan menaikkan suku bunga,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, pelemahan rupiah dipicu meningkatnya kebutuhan dolar AS di dalam negeri, terutama untuk membayar impor minyak mentah. Kondisi tersebut dinilai memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, Ibrahim menilai besarnya anggaran subsidi energi turut menjadi salah satu faktor yang memperlemah mata uang domestik.
“Apalagi dari minyak mentah dari 1,5 juta barrel minyak mentah yang diimpor 85% adalah untuk subsidi bahan bakar minyak untuk masyarakat,” terangnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Ngeri! Rupiah Berpotensi Tembus hingga Rp18.000 per USD
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.613 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Menurut Ibrahim, Bank Indonesia saat ini berada dalam posisi sulit antara mempertahankan suku bunga atau menaikkannya di tengah tekanan eksternal dan tingginya kebutuhan dolar AS di pasar domestik.
Meski demikian, ia menilai peluang kenaikan BI Rate tetap terbuka sebagai langkah menjaga kestabilan rupiah.
“Tapi ada kemungkinan besar dalam bulan Mei ini pertemuan Bank Sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga tujuannya adalah untuk menestabilkan mata uang rupiah,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: