Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gen Z Bongkar Jurus Bertahan di Tengah Rupiah Ambruk dan IHSG Rontok

        Gen Z Bongkar Jurus Bertahan di Tengah Rupiah Ambruk dan IHSG Rontok Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,31% ke level 6.433,81, disertai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus Rp17.676 per dolar AS.

        Seorang netizen dengan akun X @txtdarigenz97 membagikan sejumlah tips untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah badai ekonomi yang kemungkinan masih akan berlanjut.

        "Kita gak tau apakah ini udah puncaknya atau ‘badai yang sebenarnya belum datang',” tulisnya, dikutip Senin (18/5).

        Ia pun membagikan langkah pribadi untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi tersebut, di antaranya:

        1. Mengurangi nongkrong atau pengeluaran konsumtif.

        2. Lebih fokus menabung dan mengatur cash flow.

        3. Memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding gaya hidup.

        4. Mengembangkan side hustle atau pekerjaan sampingan.

        In this economy, kita harus bersiap sama kemungkinan paling buruk sekalinya pun,” tegasnya.

        Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor domestik untuk tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan IHSG. Menurutnya, kondisi ini justru menjadi momentum untuk melakukan akumulasi pembelian.

        "Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekalian," kata Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

        Baca Juga: BEI dan OJK Pelototi Pergerakan Investor Asing Usai MSCI dan Pelemahan IHSG

        Baca Juga: IHSG Sempat Ambles 4%, BEI Minta Investor Tak Panik

        Ia menegaskan pelemahan IHSG bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia, melainkan murni karena sentimen jangka pendek.

        "Jadi fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," kata Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: