Rupiah Diproyeksi Bergerak Kisaran Rp17.600-Rp17.700, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga BI
Kredit Foto: Cita Auliana
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan dan menyentuh level Rp17.710 per dolar AS.
Tekanan terhadap Rupiah diperkirakan masih berlanjut di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan ini.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5/2026).
"Rupiah bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini," kata Lukman dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Lukman, peluang penguatan rupiah masih terbatas lantaran sentimen domestik dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan mata uang nasional.
“Penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” tambahnya.
Selain itu, investor saat ini juga tengah menanti arah kebijakan suku bunga BI dalam RDG yang berlangsung pekan ini.
Menurutnya, investor mulai mengantisipasi kemungkinan BI menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat tertekan hingga menembus level terlemah sepanjang sejarah.
Baca Juga: Rupiah Melemah Hingga Rp17.710 per Dolar AS Pagi Ini
Baca Juga: DPR Curiga Rupiah Sengaja Dibiarkan Melemah, Begini Jawaban Bos BI
Di sisi lain, ia menilai langkah kenaikan suku bunga oleh BI seharusnya dilakukan lebih awal untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
“Naikkan suku bunga menurut saya agak telat, karena pemerintah sebelumnya ngotot pada kebijakan ekspansif dan meminta BI untuk mendukungnya. Namun lebih baik telat daripada tidak,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: