Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buana Finance Bidik Pasar Syariah Nasional, UUS Mulai Jalan Tahun Ini

        Buana Finance Bidik Pasar Syariah Nasional, UUS Mulai Jalan Tahun Ini Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Buana Finance Tbk memperluas bisnis pembiayaannya dengan membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026. Langkah ini dilakukan untuk membidik pasar pembiayaan syariah nasional yang disebut mencapai Rp40 triliun di tengah tingkat inklusi keuangan syariah yang masih rendah.

        Direktur Pemasaran Buana Finance, Herman Lesmana, mengatakan perseroan melihat peluang besar di industri pembiayaan berbasis syariah karena tingkat inklusi keuangan syariah saat ini baru mencapai 12%.

        Opportunity-nya cukup besar karena kalau dilihat secara nasional itu Rp40 triliunan market-nya. Sehingga kami ambil opportunity untuk mengembangkan Unit Usaha Syariah di sini,” ujarnya dalam Public Expose, Senin (18/5/2026).

        Ia mengatakan Buana Finance saat ini masih menunggu izin regulator terkait pengangkatan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Jika seluruh proses berjalan lancar, operasional UUS diperkirakan dimulai pada kuartal III tahun ini.

        Dalam pengembangannya, Buana Finance akan memfokuskan bisnis syariah pada segmen business to business (B2B). Perseroan menilai strategi tersebut dapat membantu menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperkuat mitigasi risiko.

        “Sehingga margin yang kami sepakati dengan pelanggan syariah itu memang sudah disepakati dari awal. Harga perolehan plus margin, jadi marginnya itu juga terukur, tidak seperti perusahaan-perusahaan lainnya yang memang memberikan sangat tinggi,” jelasnya.

        Selain itu, perseroan juga memprioritaskan pembiayaan perjalanan umrah sebagai produk utama UUS. Adapun skema pembiayaan umrah nantinya akan diarahkan pada segmen korporasi dengan tenor maksimal satu hingga dua tahun.

        “Umrah ini kami akan bidik secara B2B, perusahaan ke perusahaan. Yang memang akan terjaga mitigasi risikonya karena dia sudah menduduki level yang cukup middle, kemudian dia punya service year yang juga cukup lama, misalnya sudah lima tahun di perusahaan tersebut,” katanya.

        Baca Juga: NPF Melonjak, Buana Finance Perketat Penyaluran Kredit Baru

        Baca Juga: Buana Finance Salurkan Pembiayaan Rp4,29 Triliun

        Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Buana Finance, Mariana Setyadi, menambahkan tahap awal pengembangan pembiayaan syariah akan difokuskan di Jakarta.

        “Jadi, portofolio kita besarnya itu di Medan, Jambi, Pekanbaru. Sementara itu, pembiayaan syariah Buana Finance akan berpusat di Jakarta terlebih dahulu,” tutur Mariana.

        Sebagai informasi, sepanjang 2025 Buana Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp3,11 triliun serta pembiayaan sewa dan anjak piutang sebesar Rp1,18 triliun. Perseroan juga membukukan pertumbuhan aset sebesar 7,72% secara tahunan dengan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) sebesar 3,12%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: