Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        GoTo Akui Pendapatan Bakal Tertekan Usai Komisi Dipangkas Jadi 8%

        GoTo Akui Pendapatan Bakal Tertekan Usai Komisi Dipangkas Jadi 8% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengakui penyesuaian skema bagi hasil pengemudi ojek online sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 akan menekan pendapatan perusahaan, khususnya dari lini bisnis GoRide.

        Melalui kebijakan tersebut, GoTo akan menyesuaikan skema pembagian pendapatan sehingga 92% dari setiap perjalanan GoRide menjadi hak pengemudi. Dengan demikian, porsi yang diterima perusahaan turun menjadi 8%.

        Direktur Utama sekaligus CEO GoTo, Hans Patuwo, menyebut perubahan tersebut sebagai langkah besar bagi perusahaan karena akan memangkas pendapatan dari bisnis GoRide yang selama ini menjadi salah satu layanan utama Gojek.

        “Ini adalah perubahan yang cukup besar untuk kami. Pendapatan Gojek dari layanan GoRide yang selama ini banyak dikenal dengan nama Gojek akan mengalami penurunan,” ujar Hans dalam konferensi pers di Kantor Gojek, Selasa (19/5/2026).

        Meski demikian, Hans menegaskan perusahaan tetap menjalankan kebijakan tersebut karena dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

        “Namun, kami melakukannya dengan penuh keyakinan bahwa ini adalah hal yang benar dan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih baik untuk semua,” katanya.

        Diketahui, pendapatan bisnis on-demand GoTo pada 2025 masih mencatat pertumbuhan positif. Perseroan membukukan Gross Transaction Value (GTV) On-Demand Services sebesar Rp16,3 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan.

        Sementara itu, pendapatan bersih segmen On-Demand Services pada 2025 naik 12% year on year (YoY) menjadi Rp3,4 triliun. Dari sisi profitabilitas, EBITDA disesuaikan melonjak 40% menjadi Rp439 miliar.

        Baca Juga: GoTo Pastikan Tarif GoRide Tak Imbas Penyesuaian Komisi Driver

        Baca Juga: GoTo Segera Pangkas Potongan Pengemudi Ojol Jadi 8 Persen

        Baca Juga: Manajemen GOTO Tanggapi Perpres Soal Aturan Baru Komisi Ojol

        Meski menghadapi potensi penurunan pendapatan, Hans menegaskan GoTo akan tetap menjaga keberlanjutan bisnis dengan mengoptimalkan kekuatan ekosistem usahanya yang lain.

        Untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah penurunan pendapatan GoRide, GoTo berencana mengoptimalkan lini bisnis lain dalam ekosistemnya, mulai dari layanan pengantaran, logistik, hingga layanan digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop sebagai penopang pertumbuhan di tengah perubahan model bisnis Gojek.

        “Kami akan mengoptimalkan lini-lini bisnis kami yang lain untuk support perubahan ini,” tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: