Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Defisit APBN Menyusut Jadi Rp164,4 Triliun di April 2026

        Defisit APBN Menyusut Jadi Rp164,4 Triliun di April 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp164,4 triliun hingga 31 April 2026 atau setara 0,64% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

        "Nah ini ada berita gembira, realisasi sampai dengan April 2026, defisitnya tinggal Rp164,4 triliun atau 0,64% dari PDB. Kemarin waktu posisi Maret masih 0,93% terhadap PDB" kata Purbaya dalam konpers APBN KiTA edisi April 2026, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

        Dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan negara hingga akhir April 2026 mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3% secara tahunan. Adapun penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp746,9 triliun atau tumbuh 13,7%.

        Secara rinci, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp646,3 triliun atau 27,4% dari target. Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100,6 triliun atau 29,9% atau tumbuh 0,6%.

        "Anda lihat cukai hanya Rp67,9 triliun sekarang sudah Rp100,6 triliun, itu naik dari Maret ke April naiknya Rp33 triliun itu hampir 50%, jadi anda liat bea dan cukai kerjanya membaik secara signifikan dalam waktu satu bulan, ke depan akan lebih bagus lagi," pungkasnya.

        Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp171,3 triliun atau tumbuh 11,6 persen atau setara 37,3% dari target APBN.

        Di sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan belanja negara sebesar Rp1.082,8 triliun atau 28,2% dari pagu APBN hingga akhir April 2026. Angka ini tumbuh 34% secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Defisit APBN Nyaris 1%, Tembus Rp240,1 Triliun per Maret 2026

        Baca Juga: Klaim APBN Sehat, Purbaya: Jangan Khawatir Kita Betul-betul Perbaiki Ekonomi Indonesia

        Belanja negara tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp826,0 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp256,8 triliun. Realisasi belanja pemerintah pusat tercatat melonjak 51,1%, sedangkan transfer ke daerah turun 1,0%.

        Purbaya juga melaporkan keseimbangan primer per 31 April 2026 Rp28 triliun. Sementara itu, pembiayaan anggaran tercatat senilai Rp298,5 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: