Amerika Dikejutkan Penembakan di Masjid San Diego, Trump Sampai Bilang Ngeri
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara terkait penembakan di kompleks Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan lima orang termasuk dua terduga pelaku.
Trump menyebut insiden tersebut sebagai “situasi yang mengerikan” dan memastikan pemerintah federal bersama aparat lokal masih terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Baca Juga: Kepala Trump dan Netanyahu Dihargai Lebih dari Rp1 Triliun oleh Iran
“Mereka sedang memberikan pengarahan soal itu, dan itu situasi yang mengerikan. Saya sudah menerima beberapa laporan awal, tetapi kami akan menyelidikinya dengan sangat serius,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Anadolu, Rabu (20/5/2026).
Insiden penembakan terjadi di kawasan Clairemont, San Diego. Polisi sebelumnya menyatakan dua remaja laki-laki berusia 17 dan 19 tahun diduga melepaskan tembakan di luar kompleks masjid sebelum ditemukan tewas di dalam kendaraan akibat dugaan bunuh diri.
Selain dua terduga pelaku, tiga korban lain dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, termasuk seorang petugas keamanan.
Aparat kepolisian bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) kini menyelidiki kasus itu sebagai dugaan kejahatan kebencian yang menargetkan komunitas Muslim.
Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan seluruh anak-anak yang berada di sekolah dalam kompleks masjid berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa mengalami luka.
“Kami berhasil mengevakuasi seluruh anak yang berada di sekolah dengan aman,” ujar Scott Wahl.
Adapun Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di depan Masjid Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Amerika Serikat. Peristiwa mencekam tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 18 Mei 2026.
Pihak kementerian terus melakukan koordinasi dengan perwakilan Indonesia di wilayah tersebut untuk memantau situasi.
"Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Los Angeles telah menerima informasi terkait insiden penembakan yang terjadi di Masjid Islamic Center of San Diego (ICSD), California," kata Heni.
Heni menyampaikan bahwa San Diego Police Department (SDPD) saat ini masih menyelidiki motif dari insiden mengerikan tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh oleh pihak berwenang, terdapat tiga korban jiwa dalam peristiwa berdarah itu.
Pihak perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah tersebut juga memastikan belum ada laporan mengenai warga kita yang terdampak.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Masjid di San Diego
Kemlu RI melalui KJRI Los Angeles berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden oleh otoritas penegak hukum setempat. Pemantauan ini dilakukan guna memastikan keselamatan seluruh komunitas WNI yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: