Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasar Saham Iran Kembali Dibuka Setelah Penutupan Selama 80 Hari Pascaserangan AS-Israel

        Pasar Saham Iran Kembali Dibuka Setelah Penutupan Selama 80 Hari Pascaserangan AS-Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pasar modal Iran resmi beroperasi kembali pada Selasa (19/5) setelah sempat lumpuh total selama 80 hari. Penutupan jangka panjang ini terjadi sebagai dampak langsung dari eskalasi militer berupa serangan gabungan yang meluncur dari Amerika Serikat dan Israel beberapa bulan lalu.

        Bursa Efek Teheran (TSE) sebelumnya memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan sejak 28 Februari.

        Langkah darurat ini diambil sesaat setelah rentetan serangan rudal menghantam ibu kota Teheran serta beberapa wilayah strategis lainnya di penjuru negeri, yang memicu kekhawatiran runtuhnya stabilitas ekonomi domestik.

        Wakil Kepala Organisasi Bursa dan Sekuritas Iran (SEO), Hamid Yari, menegaskan bahwa pembekuan pasar saham selama hampir tiga bulan tersebut merupakan langkah intervensi yang tidak dapat dihindari demi menyelamatkan dana para investor.

        "Keputusan tersebut dimaksudkan untuk melindungi aset investor, menekan pengambilan keputusan yang emosional (panic selling), dan menciptakan sebuah lingkungan perdagangan dengan informasi yang lebih akurat serta transparan," ujar Yar.

        Yari menambahkan bahwa selama masa penutupan, otoritas moneter dan pengawas pasar modal berfokus pada pemulihan infrastruktur teknis yang terdampak serta menyusun regulasi baru guna meredam volatilitas tinggi saat pasar kembali dibuka.

        Untuk mengantisipasi lonjakan atau anjloknya harga saham secara ekstrem, otoritas bursa dilaporkan menerapkan batas pergerakan harga harian (daily price limits) yang lebih ketat dari biasanya.

        Sentimen Investor: Sebagian investor domestik merasa lega karena likuiditas mereka tidak lagi tertahan. Namun, para analis menilai tantangan berat masih membayangi bursa Iran, mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda dan sanksi ekonomi yang kian mencekik.

        Akibat serangan AS dan Israel telah memberikan guncangan hebat pada sektor finansial Iran, yang memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem dengan mengunci pasar modal guna mencegah kebangkrutan massal sektor privat.

        Kini, dengan dibukanya kembali Bursa Efek Teheran, pemerintah Iran mencoba mengirimkan sinyal kepada dunia luar bahwa situasi dalam negeri mulai stabil dan roda perekonomian mereka siap bergerak kembali, meski berada di bawah bayang-bayang pemulihan pascakonflik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: