Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demi Dagang Senjata, Iran Tuduh AS Dalangi Serangan Drone ke Bandara Kuwait

Demi Dagang Senjata, Iran Tuduh AS Dalangi Serangan Drone ke Bandara Kuwait Kredit Foto: Reuters/WANA/Iranian Army
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menuduh Amerika Serikat melakukan provokasi melalui serangan pesawat tanpa awak atau drone yang menghantam Bandara Internasional Kuwait. Tuduhan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang mengaitkan insiden itu dengan kepentingan penjualan sistem pertahanan udara anti-drone buatan AS.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan drone yang terjadi pada Rabu (3/6) menyebabkan kerusakan cukup parah pada terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Al Atwan, melaporkan bahwa fasilitas bandara mengalami kerusakan signifikan akibat insiden tersebut.

Dari sisi korban, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al Sanad, menyatakan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri atas penumpang maupun staf bandara yang sedang bertugas saat serangan terjadi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Baqaei melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (9/6) menuding adanya operasi pengelabuan atau false flag yang melibatkan drone tiruan. Menurutnya, serangan itu sengaja dilakukan untuk menciptakan alasan bagi pemasaran sistem pertahanan udara anti-drone buatan Amerika Serikat kepada Kuwait.

“Kepingan-kepingan teka teki ini mulai terungkap dengan sangat cepat. Mereka melakukan operasi pengelabuan (false-flag) dengan mengerahkan drone tiruan Lucas untuk menyerang Bandara Kuwait, menciptakan alasan sempurna untuk memasarkan sistem pertahanan udara anti-drone buatan Powerus dengan dalih melindungi diri dari serangan Iran. Sangat menguntungkan!” tulis Baqaei dalam unggahannya dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional, Akan Baku Tembak Jika Ada Pasukan Asing

Tuduhan tersebut menambah rangkaian pernyataan dari pihak Iran terkait penyebab insiden di Bandara Internasional Kuwait. Sebelumnya, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, menyampaikan penjelasan berbeda. Ia menyebut kerusakan yang terjadi bukan disebabkan serangan Iran, melainkan akibat kesalahan teknis pada sistem pertahanan udara Patriot.

Mohebbi juga menegaskan bahwa militer Iran tidak meluncurkan rudal apa pun yang menyasar area terminal Bandara Internasional Kuwait. Dengan demikian, Iran menolak keterlibatan dalam insiden tersebut dan justru mengarahkan tudingan kepada Amerika Serikat sebagai pihak yang diduga berada di balik serangan drone itu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: