Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Bisa Lancarkan Serangan Menyeluruh ke Iran, Kesabaran Trump Ada Batasnya

        Amerika Bisa Lancarkan Serangan Menyeluruh ke Iran, Kesabaran Trump Ada Batasnya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Analis keamanan dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS), Alex Marquardt memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump berpotensi melancarkan serangan militer yang lebih luas terhadap Iran jika negosiasi kedua pihak terus mengalami kebuntuan.

        Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Marquardt mengatakan kesabaran Trump terhadap Iran mulai menipis meski sebelumnya Washington sempat menunda rencana serangan atas permintaan sekutu dekatnya di kawasan Teluk.

        Baca Juga: Pasar Saham Iran Kembali Dibuka Setelah Penutupan Selama 80 Hari Pascaserangan AS-Israel

        “Trump memang menunda rencana serangan terhadap Iran karena adanya permintaan dari sekutu dekat di kawasan Teluk, tetapi kesepakatan tampaknya masih jauh dari tercapai,” ujar Marquardt.

        Ia juga mengingatkan agar publik tidak terlalu mempercayai tenggat waktu dua hingga tiga hari yang sebelumnya diberikan Trump kepada Iran untuk mencapai kesepakatan baru.

        “Kita tidak bisa terlalu percaya pada tenggat waktu yang dibuat Trump,” katanya.

        Meski demikian, Marquardt menilai ada sinyal kuat di Washington bahwa Trump mulai kehilangan kesabaran terhadap proses diplomasi yang berjalan lambat.

        “Ada perasaan nyata di Washington, dari sumber-sumber yang saya ajak bicara, bahwa kesabaran Trump sudah mulai habis,” ujarnya.

        Menurutnya, gencatan senjata yang berlangsung beberapa pekan terakhir belum menghasilkan perkembangan berarti dalam pembicaraan antara AS dan Iran.

        “Kita sudah memiliki gencatan senjata selama beberapa minggu sekarang, dan kedua pihak masih terus berbicara dari jauh melalui mediator seperti Pakistan, sekutu Teluk, serta Turki, tetapi pembicaraan itu benar-benar belum menghasilkan apa-apa,” kata Marquardt.

        Ia memperingatkan bahwa apabila kebuntuan terus berlanjut, AS berpotensi kembali melancarkan serangan militer ke Iran dengan cakupan target yang lebih luas.

        “Masih ada potensi nyata bahwa jika kebuntuan ini tetap terjadi, AS bisa kembali melancarkan serangan militer, dan serangan itu bisa melampaui target militer hingga mencakup target sipil seperti jaringan listrik dan jembatan,” ujarnya.

        Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah setelah hubungan AS dan Iran terus memanas pascaserangan militer yang terjadi sejak Februari lalu.

        Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempercayakan proses negosiasi dengan Iran kepada para pemimpin negara Timur Tengah di tengah meningkatnya ancaman perang baru di kawasan.

        Trump menyebut Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan sedang menjalankan pembicaraan serius dengan Iran.

        Menurut Trump, para pemimpin Teluk tersebut memberikan keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka.

        Baca Juga: Dunia Akan Dipaksa Iran Ikuti Mekanisme Baru Jika Ingin Lewat Selat Hormuz

        “Negosiasi serius sedang berlangsung dan menurut pendapat mereka sebuah kesepakatan akan dibuat yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat serta seluruh negara di Timur Tengah,” kata Trump melalui platform Truth Social.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: