Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Bangga Indomie dan Mayora Dicari Orang Eropa hingga Afrika

        Prabowo Bangga Indomie dan Mayora Dicari Orang Eropa hingga Afrika Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI, Prabowo Subianto, mengaku bangga atas prestasi sejumlah perusahaan Indonesia yang mampu menjangkau pasar global. Kepala negara bahkan menyinggung produk mi instan Indomie hingga permen Kopiko produksi Mayora Indah yang diakuinya disukai di berbagai negara.

        Pujian tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembukaan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19, Rabu (20/5/2026). Putra ekonom senior Soemitro Djojohadikusumo itu menyebut capaian Indofood dan Mayora sebagai prestasi yang patut diapresiasi karena mampu bersaing di tingkat internasional.

        “Bagaimanapun perusahaan seperti Indofood, sudah dipasarkan ke seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyari-nyari Indomie,” ujar Prabowo.

        Ia melanjutkan, Indomie bahkan telah begitu populer di Afrika hingga dianggap seperti produk lokal oleh masyarakat setempat. Hal serupa juga terjadi pada Mayora. Prabowo mengaku takjub karena permen Kopiko berhasil dipasarkan ke lebih dari 100 negara.

        “Itu terjadi karena mereka (Mayora) memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana,” kelakar Prabowo sembari menunjukkan gestur mencari kopi.

        Diketahui, Presiden Prabowo menghadiri langsung Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menyampaikan Rancangan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.

        Kehadiran Prabowo dalam sidang tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya seorang presiden hadir langsung dalam agenda yang lazimnya diwakili menteri.

        Prabowo menegaskan kehadirannya merupakan keputusan yang disengaja demi memberikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara secara komprehensif.

        Baca Juga: Penjualan Indofood (INDF) Milik Grup Salim Tembus Rp33,89 Triliun di Q1 2026

        Baca Juga: Disebut Prabowo, Impor Es Batu Pernah Bingungkan Bea Cukai dan jadi Potensi Bisnis Besar di Era Hindia Belanda

        Baca Juga: Pesan Prabowo ke Purbaya: Kalau Pimpinan Bea Cukai Tidak Mampu, Segera Ganti!

        Pemaparan tersebut menjadi pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

        Merespons dinamika tersebut, Prabowo menilai kepala negara harus mengawal langsung kebijakan makro. Menurutnya, APBN tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen administratif keuangan negara.

        “Saya berpendapat bahwa Presiden harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara. APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa,” ujar Prabowo di hadapan anggota dewan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: