Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Forum Migas, Bahlil Banggakan Ekonomi RI Jadi Tertinggi di Negara G20

        Di Forum Migas, Bahlil Banggakan Ekonomi RI Jadi Tertinggi di Negara G20 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Tangerang -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global yang masih berlangsung hingga saat ini.

        Bahkan, menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi di kelompok negara G20 yang dihuni oleh Amerika Serikat, Cina, Rusia, India, dan Jerman.

        "Indonesia, harus saya sampaikan bahwa dari kondisi geopolitik dan geoekonomi yang tidak menentu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tumbuh sekitar 5,06% dengan inflasi di bawah 3%, yakni 2,84%. Dan ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G20,” ujar Bahlil saat membuka IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

        Bahlil mengatakan kondisi global saat ini masih dibayangi konflik geopolitik mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah. Situasi tersebut, kata dia, menciptakan ketidakpastian ekonomi hampir di seluruh negara.

        “Ketegangan-ketegangan politik global ini melahirkan ketidakpastian semuanya. Geopolitik, geoekonomi, pandangan hampir semua negara semakin tidak jelas arahnya akan ke mana,” katanya.

        Meski demikian, ia menilai sektor energi menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Bahlil menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi hingga kuartal I-2025 telah mencapai sekitar 40% dari target APBN.

        Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5% di 2027, Purbaya: Peluangnya Besar Sekali

        Baca Juga: Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di 2027

        “Sekalipun memang harga komoditas sedang naik, tetapi saya melihat ini adalah sebuah kontribusi yang cukup signifikan bagi pengembangan, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, dan mampu menciptakan multiplier effect,” ujarnya.

        Menurut Bahlil, kontribusi tersebut tidak lepas dari peran pelaku usaha di sektor hulu migas dan energi nasional yang tetap menjaga investasi serta produksi di tengah ketidakpastian global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: