Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto pada tahun depan bisa tercapai. Mengingat, tahun ini pertumbuhan ekonomi dikejar mendekati 6%.
"Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong menekati 6%, jadi peluangnya besar sekali," ungkap Purbaya di DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, mesin utama pertumbuhan ke depan akan berasal dari sektor swasta yang mulai kembali bergerak setelah periode perlambatan ekonomi global. Ia menilai aktivitas investasi dan ekspansi usaha swasta saat ini baru berada pada tahap awal dan belum berjalan penuh.
"Ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh. Saya pikir tahun depan udah bergerak lebih cepat," ungkap dia.
Sementara saat disinggung mengai asumsi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS bahkan sempat melewati Rp17.000, Purbaya menegaskan pemerintah telah memasukkan berbagai variabel dalam perhitungan ekonomi makro menggunakan model ekonometrika.
Baca Juga: ​Prabowo Mengaku Terpukul: Ekonomi Tumbuh 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun dan Kemiskinan Naik
Baca Juga: Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di 2027
Menurutnya, selain memanfaatkan masuknya dana ke pasar obligasi domestik (bond market), pemerintah juga menyiapkan langkah kebijakan yang diyakini mampu memperkuat rupiah secara signifikan.
"Jadi asumsi itu udah kita hitung dengan model ekonometri yang cukup baik lah," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: