Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo: Anak Muda Jangan Semua Minta jadi ASN

        Prabowo: Anak Muda Jangan Semua Minta jadi ASN Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada generasi muda Indonesia untuk berani menjadi pengusaha. Seruan itu disampaikan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang membahas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

        Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara tegas mengajak anak muda untuk tidak hanya berfokus pada keinginan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pekerja pemerintah.

        "Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah, tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha lain," ujar Prabowo.

        Presiden juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk turut membantu mewujudkan hal tersebut. Bantuan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship), tetapi juga setelah menyelesaikan pendidikan, pemerintah diminta memberikan kredit start-up.

        Prabowo meminta perangkat pemerintah untuk memberi kesempatan bagi anak muda agar bisa tumbuh menjadi pengusaha-pengusaha yang kuat.

        Lebih lanjut, Presiden menyoroti praktik perbankan yang dinilainya belum berpihak. Ia secara khusus meminta kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjadi bank yang patriotik.

        "Janganlah yang itu-itu saja. Ya, saya minta Bank, Bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotik. Ya jangan dia lagi, dia lagi, ya kan? Yang dikasih kredit orang yang sudah kaya. Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus-menerus dikasih kepada mereka ya?" tegasnya.

        Prabowo juga menyoroti ketimpangan suku bunga yang merugikan masyarakat kecil. Ia memerintahkan bank-bank pemerintah untuk mengubah kebijakan tersebut.

        "Kemudian orang miskin, orang kaya disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar. Ini saya kira sudah di luar akal sehat. Saya perintahkan bank-bank pemerintah rubah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin. Saudara-saudara sekalian, harusnya yang besar-besar dengan kekuatan mereka bisa dapat financing dari mana-mana, kan harusnya begitu," ujar Presiden.

        Baca Juga: Disebut Prabowo, Impor Es Batu Pernah Bingungkan Bea Cukai dan jadi Potensi Bisnis Besar di Era Hindia Belanda

        Pertumbuhan jumlah pelaku usaha di Indonesia memang belum cukup baik. Meskipun jumlahnya mencapai jutaan, menurut data Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), rasio jumlah pengusaha di Indonesia masih sekitar 3,8 persen dibandingkan total populasi.

        Angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai di atas 4 persen, dan Singapura yang mencapai di atas 8 persen.

        Dengan seruan ini, Presiden Prabowo berharap adanya pergeseran minat generasi muda sekaligus peran aktif pemerintah dan perbankan dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan mendukung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: