Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indomie Disanjung Prabowo, Begini Gerak Saham Emiten Anthoni Salim

        Indomie Disanjung Prabowo, Begini Gerak Saham Emiten Anthoni Salim Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham emiten milik Anthoni Salim yang tergabung dalam Grup Indofood bergerak bervariasi setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung produk Indomie sebagai salah satu merek Indonesia yang dinilai berhasil menembus pasar global.

        Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berbeda nasib pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

        Data perdagangan menunjukkan saham INDF ditutup turun 0,75% atau melemah 50 poin ke level 6.600. Saham dibuka di level 6.650, sempat menyentuh posisi tertinggi 6.750 dan terendah 6.525.

        Nilai transaksi saham INDF tercatat Rp73,82 miliar dengan volume perdagangan mencapai 11,11 juta saham dan frekuensi 6.901 kali transaksi. Kapitalisasi pasar emiten itu mencapai Rp57,9 triliun.

        Di sisi lain, saham ICBP justru bergerak di zona hijau. Saham anak usaha Indofood tersebut naik 0,37% atau menguat 25 poin ke level 6.750.

        Baca Juga: Penjualan Indofood (INDF) Milik Grup Salim Tembus Rp33,89 Triliun di Q1 2026

        Baca Juga: Prabowo Bangga Indomie dan Mayora Dicari Orang Eropa hingga Afrika

        ICBP dibuka pada level 6.725, sempat menyentuh posisi tertinggi 6.825 dan terendah 6.700. Volume perdagangan mencapai 7,51 juta saham dengan nilai transaksi Rp50,67 miliar dan frekuensi 5.610 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp78,7 triliun.

        Pergerakan dua saham Grup Indofood terjadi saat pasar saham nasional masih berada di bawah tekanan. IHSG ditutup turun 52,18 poin atau melemah 0,82% ke level 6.318,50.

        Data perdagangan menunjukkan sebanyak 510 saham melemah, sementara 217 saham menguat dan 232 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pasar tercatat Rp22,34 triliun dengan volume perdagangan 38,44 miliar saham.

        Di tengah perdagangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 menyinggung keberhasilan sejumlah produk nasional yang mampu memperluas pasar internasional.

        Prabowo secara khusus menyoroti produk Indomie milik Grup Indofood dan Kopiko produksi Mayora Indah sebagai contoh perusahaan nasional yang berhasil membangun penetrasi global.

        “Bagaimanapun perusahaan seperti Indofood, sudah dipasarkan ke seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyari-nyari Indomie,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

        Prabowo mengatakan Indomie bahkan memiliki penetrasi pasar yang kuat di kawasan Afrika.

        “Indomie bahkan telah begitu populer di Afrika hingga dianggap seperti produk lokal oleh masyarakat setempat,” katanya.

        Selain Indofood, Prabowo juga menyinggung keberhasilan produk Kopiko yang menurutnya telah dipasarkan ke lebih dari 100 negara.

        “Itu terjadi karena mereka (Mayora) memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana,” kelakar Prabowo sembari menunjukkan gestur mencari kopi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: