Industri Tambang Cari Arah Baru, Indonesia Miner 2026 Soroti Teknologi dan AI
Kredit Foto: Indonesia Miner
Indonesia Miner 2026 menutup penyelenggaraan selama tiga hari dengan penekanan pada penguatan arah baru industri pertambangan melalui integrasi teknologi, hilirisasi, pemanfaatan data, hingga kolaborasi lintas sektor. Forum yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 tersebut mempertemukan pelaku industri, investor, penyedia teknologi, hingga regulator di tengah transformasi sektor pertambangan nasional.
Forum tersebut diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari lebih dari 20 negara. Sebanyak 60 pembicara dan 46 peserta pameran terlibat dalam agenda yang mencakup rantai nilai industri pertambangan mulai dari eksplorasi, operasional, pengolahan, hingga hilirisasi.
Selama penyelenggaraan, konferensi dibagi dalam tiga tema utama yakni Gold & Copper and Other Minerals, Critical Metals, serta Coal & Energy. Sejumlah pembahasan menyoroti tantangan global, peluang investasi, efisiensi operasional, hingga penguatan praktik industri.
Perhatian terhadap transformasi industri juga terlihat dari sejumlah sesi teknis yang mengangkat pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola pertambangan.
Sesi Miners Talk menjadi salah satu sorotan dengan pembahasan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemanfaatan data, hingga penguatan aspek keberlanjutan dan sumber daya manusia.
Pada sesi PERTAABI From Data to Decisions: AI Value in Modern Mining, pembahasan menyoroti pemanfaatan AI untuk mendukung proses pengambilan keputusan di sektor pertambangan melalui pendekatan berbasis data.
Di sisi lain, Women in Mining and Energy (WiME) Indonesia mengangkat isu penguatan keberagaman dan inklusi melalui sesi Bridging the Gap: Integrating IRMA Standards for Impactful DEI.
Sejumlah perusahaan teknologi dan penyedia solusi industri juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan pendekatan operasional baru.
Salah satu Platinum Sponsor, Metso, memperkenalkan pendekatan modular melalui sesi Metso FIT Stations: Accelerating Project Execution in Crushing & Screening Plants untuk mempercepat eksekusi proyek fasilitas crushing dan screening.
“Melalui sesi ini, kami dapat berbagi bagaimana pendekatan modular dapat membantu industri menjawab tantangan eksekusi proyek secara lebih efisien. Indonesia Miner menjadi platform yang tepat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku industri mengenai solusi yang aplikatif,” ujar Technology Manager–Mining Crushers Metso Jason Perrella.
Sementara itu, Coolon memperkenalkan pemanfaatan teknologi Brilliant Connected Lights dan digital twin untuk mendukung visibilitas operasional tambang secara real-time.
“Kami melihat Indonesia Miner sebagai ruang yang tepat untuk menunjukkan bagaimana inovasi seperti ini dapat membuka perspektif baru dalam operasional tambang. Diskusi yang terjadi di sini sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut,” kata Product Development Manager Coolon Andrew Orkin.
PT Hexindo Adiperkasa Tbk melalui sesi Awake at the Wheel: Leveraging Fatigue Risk Management for Competitive Advantage juga mengangkat pendekatan pengelolaan kelelahan kerja berbasis EEG dan data untuk mendukung produktivitas dan keselamatan operasional.
“Topik ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas operasional. Indonesia Miner memberikan ruang yang sangat baik untuk berbagi pendekatan ini dan berdiskusi langsung dengan para pelaku industri,” ujar Country Sales Manager Wenco International Mining Systems yang mewakili PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Henra Sastrawan.
Penyelenggara menyebut forum tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pertukaran gagasan, dan mendorong pengembangan solusi yang lebih relevan bagi masa depan industri pertambangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: