Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga BBM Naik, Mobil Hybrid jadi Buruan Konsumen

        Harga BBM Naik, Mobil Hybrid jadi Buruan Konsumen Kredit Foto: Laras Devi Rachmawati
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak awal Mei 2026 mulai mengubah pola konsumsi masyarakat dalam memilih kendaraan. Di tengah harga bensin dan diesel yang terus meningkat, mobil hybrid kini semakin dilirik karena dianggap lebih efisien untuk penggunaan harian.

        Seperti diketahui, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp 19.900 per liter. Sementara Dexlite naik menjadi Rp 26.000 per liter dan Pertamina Dex menyentuh Rp 27.900 per liter. Kondisi tersebut membuat banyak konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan dengan konsumsi BBM lebih irit.

        Situasi ini turut dirasakan oleh Toyota Astra Motor. Marketing Director TAM, Bansar Maduma, mengungkapkan bahwa permintaan mobil hybrid Toyota mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

        Menurutnya, salah satu model yang mendapat respons positif adalah Veloz Hybrid. Sejak diperkenalkan, model tersebut disebut sudah mengantongi lebih dari 10 ribu surat pemesanan kendaraan (SPK).

        “Ini impact dari kondisi saat ini. BBM naik dan ekonomi sedang ada challenge, konsumen lebih smart memilih kendaraan yang efisien sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing, untuk kebutuhan dalam kota maupun luar kota,” ujar Bansar.

        Tak hanya Veloz Hybrid, peningkatan permintaan juga terjadi pada model elektrifikasi Toyota lainnya, termasuk Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid. Toyota menilai tren ini menunjukkan konsumen mulai lebih memperhatikan efisiensi operasional saat membeli kendaraan baru.

        Bansar mengatakan, kenaikan harga BBM diesel juga ikut memengaruhi pertimbangan masyarakat dalam memilih mobil. Karena itu, Toyota terus memantau perkembangan pasar dan perilaku konsumen di tengah perubahan harga energi.

        “Kita terus monitor. Pastinya ada dampak. Namun konsumen tentunya mendapat pilihan kendaraan yang lebih efisien dari model kendaraan kami, mereka dapat memilih sesuai kebutuhan,” katanya.

        Saat ditanya mengenai peluang menghadirkan lebih banyak model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), Toyota mengaku masih fokus pada hybrid konvensional. Teknologi tersebut dinilai paling sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia saat ini.

        Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp17.500, Pemerintah Waspadai Tekanan pada Harga BBM

        Baca Juga: Gandeng CATL dengan Investasi Rp1,3 Triliun, Toyota Siap Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia

        “Kita lebih banyak varian dari Hybrid, melihat kebutuhan saat ini adalah Hybrid. Tapi tidak menutup kemungkinan menghadirkan PHEV. Saya rasa untuk saat ini Hybrid adalah pilihan tepat,” ujar Bansar.

        Meningkatnya minat terhadap mobil hybrid menunjukkan perubahan prioritas konsumen otomotif di Indonesia. Selain lebih hemat bahan bakar, kendaraan hybrid juga dianggap lebih praktis karena tidak membutuhkan infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni.

        Dengan tren kenaikan harga BBM yang masih berlanjut, pasar kendaraan hybrid diperkirakan akan terus tumbuh sepanjang 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: