Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ditembaki Hingga Ditabrak, Kesaksian Global Sumud Flotilla Saat Dicegat Israel

        Ditembaki Hingga Ditabrak, Kesaksian Global Sumud Flotilla Saat Dicegat Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuduh Israel menggunakan peluru tajam saat mencegat kapal-kapal relawan di perairan internasional dekat Gaza.

        Penyelenggara flotila menyebut pasukan Angkatan Laut Israel mulai mencegat lebih dari 50 kapal yang berlayar dari Turki sejak Kamis (14/5/2026). Pencegatan dilakukan di perairan internasional sebelah barat Siprus, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.

        Baca Juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Dicap Provokator, Akan Segera Dideportasi Israel

        Menurut pihak Global Sumud Flotilla, seluruh kapal akhirnya dicegat pada Selasa (19/5/2026) malam. Salah satu kapal disebut sempat mendekat hingga sekitar 80 mil laut dari wilayah Palestina.

        Penyelenggara juga menuduh Israel melakukan tindakan agresif selama operasi pencegatan berlangsung.

        “Mereka melakukan agresi ilegal di laut lepas,” ujar pihak penyelenggara GSF.

        GSF mengeklaim pasukan Israel menembaki enam kapal, menggunakan meriam air, dan sengaja menabrakkan kapal militer ke salah satu armada bantuan.

        Namun, Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan penggunaan peluru tajam dalam operasi tersebut.

        Israel menegaskan pasukannya “tidak menggunakan peluru tajam” dan menyatakan operasi dilakukan untuk menegakkan blokade laut terhadap Gaza.

        “Israel tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza,” demikian pernyataan Kemlu Israel.

        Kelompok bantuan hukum HAM Israel, Adalah menyebut para relawan dibawa ke wilayah Israel tanpa persetujuan mereka dan kini ditahan di Pelabuhan Ashdod.

        “Tim hukum akan menantang legalitas penahanan ini dan menuntut pembebasan segera semua peserta flotila,” kata perwakilan Adalah.

        Baca Juga: Usaha Netanyahu Hancur, Israel Terbelah Gegara Viralnya Kekerasan ke Relawan Global Sumud Flotilla

        Sebanyak 430 relawan dari lebih 40 negara diketahui ikut dalam misi kemanusiaan tersebut, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: