Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada 'Rencana Jahat' di Balik Gerakan Global Sumud Flotilla, Begini Kata Israel

        Ada 'Rencana Jahat' di Balik Gerakan Global Sumud Flotilla, Begini Kata Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji operasi Angkatan Laut Israel yang mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus.

        Netanyahu menyebut operasi tersebut berhasil menggagalkan “rencana jahat” untuk menerobos blokade Israel terhadap Gaza.

        Baca Juga: Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!

        “Saya meyakini Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dan pada intinya telah menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kita terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza,” kata Netanyahu kepada komandan militer Israel, seperti dikutip AFP, Kamis (21/5/2026).

        Dalam video yang dirilis kantornya, Netanyahu juga memuji operasi militer tersebut karena dianggap berjalan sukses tanpa memicu eskalasi besar.

        “Anda melaksanakannya dengan sangat sukses dan tentu saja dengan jauh sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh-musuh kita. Lanjutkan hingga akhir,” ujarnya.

        Global Sumud Flotilla sebelumnya berlayar dari Turki dengan lebih dari 50 kapal yang membawa relawan internasional dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

        Namun, pihak Israel menuding misi tersebut sebagai bentuk provokasi untuk menembus blokade laut yang telah diterapkan sejak lama di wilayah Gaza.

        Siaran langsung dari armada itu memperlihatkan pasukan Angkatan Laut Israel menaiki kapal satu per satu. Tim manajemen krisis Global Sumud Flotilla menyebut pasukan Israel menyerang dan menaiki sejumlah kapal di perairan internasional.

        Laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, menyebut para aktivis kemudian dipindahkan ke kapal Angkatan Laut Israel yang dijuluki sebagai “penjara terapung” sebelum dibawa ke Pelabuhan Ashdod.

        Baca Juga: Ditembaki Hingga Ditabrak, Kesaksian Global Sumud Flotilla Saat Dicegat Israel

        Sekitar 100 aktivis dilaporkan ditahan, termasuk lima warga negara Indonesia yang dikonfirmasi oleh Global Peace Convoy Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: